Imaam Hadiri Muktamar Ulama Internasional ke-2 di Turki

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menghadiri Muktamar Ulama Internasional ke-2 di Istanbul, Turki, yang berlangsung selama dua hari pada Jumat dan Sabtu (27-28/7).

Imaam Yakhsyallah hadir pada Muktamar Ulama Internasional ke- 2 itu atas undangan dari Mimbar Al-Aqsha, yayasan yang menyelenggarakan konferensi tersebut.

Muktamar Ulama Internasional ke-2 yang diselenggarakan oleh para khatib dan dai dari berbagai negara ini dimaksudkan agar mereka memiliki perhatian dan kesadaran bersama untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha.

Muktamar Ulama Internasional ke-2 ini merupakan lanjutan dari muktamar tahun lalu yang menghasilkan Risalah Muktamar Ulama Internasional.

Risalah Muktamar Ulama Internasional pertama berisi enam poin yang salah satu isinya adalah seruan “Jumatu Al-Ghadab” atau Jumat Kemarahan di berbagai negara.

“Kami ingin menyampaikan kepada para peserta muktamar tentang bagaimana pentingnya Masjid Al-Aqsha dan itu saya kira sudah diketahui semuanya,” kata Imaam Yakhsyallah kepada MINA, Jumat (27/7).

Imaam menegaskan bahwa meski kondisi Al-Aqsha saat ini sudah diketahui banyak orang, tetapi Masjid Al-Aqsha tak kunjung bisa dibebaskan.

“Cara yang terbaik adalah kita bersatu, kita berjamaah. Tidak mungkin Al-Aqsha ini dapat dibebaskan apabila muslimin dalam kondisi berpecah belah,” tegasnya.

Selain bersatu, kata Imaam, umat Islam perlu membuat program-program yang secara realistis dapat dilaksanakan secara tepat dan teknis.

“Kalau kita hanya menggaungkan persatuan saja rasanya ya kita belum bertindak, seperti yang sudah dilakukan Indonesia dengan mengadakan aktivitas, muktamar-muktamar yang menyadarkan pemahaman pada umat Islam tentang Masjid Al-Aqsha,” katanya.

Imaam mencontohkan tindakan nyata seperti pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, mengumpulkan bantuan-bantuan ke Gaza dan Tepi Barat, Palestina.

“Kita ingin agar forum ini diikuti dengan follow up tindakan. Muslimin punya kesadaran yang tinggi untuk berusaha membebaskan Al-Aqsha. Muslimin tidak pernah bosan membela Palestina. Meskipun nyawanya terancam dalam bahaya,” katanya.

Imaam menegaskan bahwa apabila isu Al-Aqsha dikedepankan, maka kaum muslimin akan bersama-sama menjadi satu. Jika muslim ingin bersatu, maka dikedepankan bagaimana pembebasan Masjid Al-Aqsha.

“InsyaAllah kalau kita berbicara mengenai Al-Aqsha, semua hati umat Islam akan bersatu,” katanya.

Berita & Foto : minanews.net

Tag:

Tinggalkan Balasan