Imaam Mengajar di Sekolah Darurat Lombok

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyempatkan diri mengajar murid di sekolah darurat di SMP 3 Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (6/9) pagi.

Sekolah darurat terdiri dari ruang kelas sementara yang dibangun oleh tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue itu dibuat dari tenda darurat. Satu tenda bisa digunakan untuk dua hingga tiga rombongan belajar.

Imaam Yakhsyallah yang juga sebagai Pembina Ukhuwah Al-Fatah Rescue mengatakan, pembangunan sekolah menjadi prioritas serius karena berkaitan dengan masa depan anak-anak di Lombok.

“Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak setiap anak, tak terkecuali anak-anak korban gempa di Lombok,” ujar Imaam Yakhsyallah.

Semenjak fase awal bencana gempa melanda pulau Lombok NTB , sebanyak 108.500 siswa harus menunda kegiatan belajar di sekolah. Sementara 29 siswa menjadi korban meninggal.

Gempa bumi yang melanda beberapa kali di wilayah Lombok mengakibatkan banyak sekolah yang mengalami rusak berat, sedang, dan ringan akibat gempa bumi.

Menurut informasi yang didapat MINA, dampak gempa di Lombok Utara menyebabkan 534 sekolah rusak dari total 859 yang rusak terdampak Gempa di NTB. Akibatnya, keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak menjadi tidak optimal.

Jumlah 534 sekolah rusak itu terdiri dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Puluhan unit tenda kelas darurat juga sudah dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar proses belajar siswa korban gempa tetap berjalan.

Ukhuwah Al-Fatah Rescue membangun sekolah darurat dari tenda dan bangunan semi permanen di beberapa wilayah di Lombok. Hal ini dilakukan sebelum pemerintah membangun sekolah yang rusak agar para siswa dapat kembali bersekolah di dalam gedung yang nyaman.

Sumber Berita & Foto : minanews.net

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan