KH. Arif Hizbullah: Umat Islam Pasti Bersatu

Bogor-Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Maos KH. Arif Hizbullah, Lc. MA.dalam kesempatan Tabligh Akbar Virtual 1442 H pada Ahad (4/4) mengatakan bahwa Umat Islam pasti dapat bersatu dalam satu Jamaa’ah di bawah kepemimpinan Imaamul Muslimin, karena persatuan adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala.

“Persatuan umat pasti bisa terjadi karena itu adalah perintahkan Allah dan tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan.” tegasnya

Ia menambahkan bahwa semua perintah Allah tidak ada yang mustahil, termasuk bersatunya muslimin di bawah seorang khalifah atau Imamul Muslimin,” tambah alumni USIM Malaysia itu.

Beliau menyampaikan, ada sebagian umat Islam yang pesimis bahwa muslimin dapat bersatu, dengan menukil hadis Nabi Muhammad SAW yang tertolak doanya ketika beliau meminta tiga hal yang salahsatunya adalah memohon kepada Allah untuk menyatukan umat Islam.

“Namun Allah dalam banyak firman-Nya memerintahkan umat Islam untuk selalu hidup bersatu, berjamaah dan dilarang untuk berpecah belah, berfirqoh-firqoh” tambahnya sambil membaca Q.S Ali Imran: 103: “Dan berpengang teguhlah kalian kepada tali agama Allah (Al-Qur’an) secara berjama’ah dan janganlah berfirqoh-firqah”.

Dalam Tafsīr Ibnul Jauzī Zādul Masīr disebutkan, bahwa kalimat jami’an adalah sebagai Hal, yaitu cara bagaimana muslimin bersatu, tidak lain menurut KH. Arif dengan cara berjama’ah dan tidak bergolong-golongan.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah itu ridho kepada kamu tiga perkara dan benci kepada tiga perkara. Adapun 3 perkara yang menjadikan Allah ridho kepada kamu adalah hendaknya kamu memperibadatinya dan janganlah mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun, hendaklah kamu berpegang teguh dengan tali Allah seraya berjama’ah dan janganlah kamu berfirqoh-firqoh, dan hendaklah kamu senantiasa menasehati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan kepemimpinan kepadanya dalam urusanmu. …” (HR. Ahmad).

“Hadis ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ali Imran: 103, yaitu mengamalkan tali Allah (Al-Qur’an) dengan cara berjama’ah” jelasnya.

Menurut Pimpinan pondok Al-Fatah Maos Cilacap ini dijelaskan bahwa umat Islam tidak mungkin berjamaah kecuali dengan adanya seorang Khalifah atau Imamul Muslimin yang di angkat sebagaimana para Khulafaur Rasyidin dibai’at oleh kaum muslimin.

Karena itu, menurut alumni LIPIA Jakarta tersebut, hadis Nabi SAW yang doanya tidak terkabul ketika meminta umat Islam dapat bersatu, bukan berarti kita pesimis, tetapi menguji keikhlasan umat Islam untuk bersatu dalam Al Jama’ah.

“Lapang hati dan menjauhi kesombongan, adalah kunci kesatuan umat”, tegasnya.

Allah juga sudah berjanji dalam QS. Al Anfal: 63, “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” tambahnya.

Jika kita telah berjama’ah dan membai’at Imamul Muslimin menurut beliau, berbagai perbedaan pendapat dikalangan umat dapat diselesaikan, sebagaimana para sahabat Nabi sering berbeda pendapat tetapi tidak sampai berpecah belah, karena di tengah-tengah mereka ada pemimpin.

“Inilah fungsi Khalifah atau Imamul Muslimin, yaitu menyelesaikan berbagai perbedaan ditengah-tengah umat.” tambah KH. Arif.

“Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang disatukan hatinya dalam Jama’ah Muslimin dengan pimpinan Imamul Muslimin,”doanya.

“Al Jama’atul Rahmat, wal furqotu adzab” demikian hadis Nabi SAW, bahwa berjama’ah itu adalah rahmat dan berpecah belah itu adalah azab dari Allah SWT.

Untuk pertama kalinya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyelenggarakan Taklim Pusat secara virtual. Acara Ta’lim Pusat Virtual 1442 ini telah dilaksanakan sejak Sabtu, 3/4 dengan berbagai rangkaian acara seperti Webinar Internasional Bela Al-Aqsa, Webinar Sayembara Khilafah non Politik, Ta’lim Pusat saatdan puncaknya adalah Ta’lim Pusat Virtual Ahad ini.

Hadir dalam acara ini para pembicara Internasional dan juga Nasional, dengan peserta mencapai 15.000 orang. Tema Ta’lim Pusat kali ini “Berjama’ah Adalah Fitrah dalam Menghadapi Berbagai Fitnah dan Krisis Akhir Zaman”.

Sebelumnya, sebagai bagian dari rangkaian Taklim Pusat 1442 H ini telah diselenggarakan Konsolidasi dan Taklim Muslimat Pusat dengan tema “Pentingnya Meningkatkan Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Dunia”, Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) dengan tema “Menggalang Kerjasama Universal dalam Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina”, dan Sayembara Karya Ilmiah “Khilafah Sebagai Institusi non Politik”. (NA.)

 

 

Beri rating artikel ini!
Tag:

Komentar ditutup.