UAR Tutup Misi Kemanusiaan Gempa Pasaman Barat

24

Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) sebagai Tenaga Relawan Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Pasaman Barat diberikan oleh Sekda Hendra Putra kepada Ketua Umum UAR Pusat H. Bustamin Utje, Ahad (27/3/2022).(Foto: UAR Pusat)

Pasaman Barat, MINA – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menggelar acara penutupan misi kemanusiaannya yang telah dilakukan selama satu bulan sejak Ahad (27/2) lalu, untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Pasaman Barat, Sumatera Barat, dengan magnitudo 6,1, yang terjadi pada Jumat (25/2).

Acara penutupan Misi Kemanusiaan UAR sekaligus ramah tamah dan pengajian bersama warga dilaksanakan di lingkungan tempat ibadah sementara Masjid Raya Kajai, Kampung Tengah Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Ahad (27/3).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Hendra Putra mewakili Bupati Pasaman Barat, Kepala Pos SAR Pasaman Barat, Kepala Bidang Lingkungan Hidup Armi Nindel, Camat Talamau Adrizal, Kapolsek Talamau, Koramil Talamau, dan Wali Nagari Kajai Ibu Ramadani. S.Pd.I, M.Si..

Selain itu, hadir juga Ketua DKM Masjid Raya Kajai, Mushollah Al-Muttaqin, dan Mushollah Nurul Ikhsan, bersama jamaah dan warga sekitar korban bencana.

Ketua Umum UAR Pusat H. Bustamin Utje menjelaskan, selama satu bulan misi kemanusiaan UAR yang mulai membuka posko khusus untuk membantu warga korban gempa di Kampung Tengah Kajai dengan tenda dipinjamkan dari Basarnas itu dua hari setelah gempa terjadi yakni pada 27 Februari 2022.

“Selama satu bulan misi kemanusiaan, UAR telah mengerahkan relawan dari berbagai daerah perwakilan cabangnya sebanyak 70 orang, terdiri dari Padang 10 orang, Jambi 10, Palembang 7, Lampung 30, dan Jakarta 13,” jelas Bustmanin.

Selain itu, jumlah evakuasi dan renovasi dilakukan yakni evakuasi rumah permanen sebanyak 25, evakuasi dan renovasi rumah panggung 15, pembangunan hunian sementara (huntara) 2, dan pemasangan tenda 10.

Relawan UAR juga telah melakukan pembangunan MCK Mushola Nurul Ihsan, pembangunan rumah Ibadah sementara Masjid Raya Kajai, juga pengobatan ala thibun Nabawi (pijat dan bekam), dan trauma healing (pencerahan spiritual).

Sekretaris Daerah (Sekda) Hendra Putra mewakili Bupati Pasaman Barat mengungkapkan apresiasi yang sangat besar kepada para relawan UAR yang telah menjalankan misi kemanusiaannya.

Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih mewakili warga korban bencana secara simbolis dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepada UAR sebagai Tenaga Relawan Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Pasaman Barat yang ditandatangani oleh Wakil Bupati H. Risnawanto, S.E. dan Hendra Putra, S.STP.

Piagam penghargaan tersebut diberikan oleh Sekda Hendra Putra kepada Ketua Umum UAR Pusat H. Bustamin Utje.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan pengajian dengan menyimak tausyiah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Dakwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Ustaz Wahyudi KS, M.Ag..

Kiprah UAR dalam membantu penanggulangan bencana di Indonesia telah berlangsung lebih dari 15 tahun. Berawal dari bencana Tsunami Aceh, penerjunan sejumlah tim relawan yang berasal dari  Ponpes Al Fatah Cileungsi Bogor ke Aceh menjadi embrio terbentuknya UAR. Saat itu relawan tergabung dalam tim Relawan Al-Fatah untuk Aceh.

Sejak itu hampir setiap bencana  rutin mengirimkan para relawannya. Diantaranya gempa Nias 2005, gempa Jogjakarta 2006 dan gempa Padang 2009, Erupsi Merapi, Palu, Mamuju dan Erupsi Semeru.

Sumber: MINA