Pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Atas Musibah Yang Terjadi Di Mina Saat Haji

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

ATAS MUSIBAH YANG TERJADI DI MINA SAAT HAJI

Terkait musibah atas jama’ah haji yang sedang menuju Mina, JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Berdasarkan laporan Kementerian Agama RI, pada pukul 07.30 waktu Arab Saudi, jamaah haji berdesak-desakkan di jalan Arab 204 saat melakukan lontar Jumrah Aqabah. Jalan Arab 204 adalah jalan yang tidak biasa digunakan jamaah haji Indonesia. Jalan yang biasa mereka gunakan adalah jalan King Fahd. Akibatnya, terjadilah desak-desakan di Jalan Arab 204 yang posisinya berada di sebelah kiri jalan King Fahd. Akibat desak-desakan itu, lebih dari 717 jamaah haji mayoritas dari Afrika dan Mesir meninggal.
  2. Jamaah Muslimin (Hizbullah) menyatakan turut belasungkawa atas musibah yang terjadi di Mina dan mendo’akan semoga para korban menjadi Syuhada serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.
  3. Pelaksanaan ibadah haji yang diikuti seluruh umat Islam dari berbagai negara bukan hanya tanggung jawab Arab Saudi saja, melainkan tanggung jawab kaum muslimin secara internasional. Kami menyarankan kepada Arab Saudi agar pelaksanaan haji melibatkan Muslimin secara internasional.
  4. Mudah-mudahan pelaksanaan haji yang tinggal berapa hari ini mendapat perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga semua dicatat sebagai haji mabrur dan ketika pulang dari ibadah haji dapat membawa hikmah antara lain kebersamaan dan persatuan.
  5. Segenap kaum Muslimin Indonesia berterima kasih kepada Arab Saudi yang sigap dalam menanggapi beberapa insiden selama haji berlangsung. Namun, kami menyerukan agar melakukan evaluasi terkait musibah tersebut.
  6. Musibah yang terjadi, selain merupakan bukti cinta Allah Ta’ala kepada umat Islam, juga merupakan peringatan, karena sesuatu yang buruk terjadi akibat kesalahan manusia. Oleh karena itu, perlu introspeksi dan evaluasi semua pihak agar insiden-insiden yang terjadi tidak terulang di tahun mendatang.

Hanya kepada Allah kami beribadah, dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan.

Jakarta, 10 Dzulhijjah 1436 H/24 September 2015 M

Imaamul Muslimin

Yakhsyallah Mansur

No Response

Comments are closed.