Pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Atas Pembantaian Terhadap Kaum Muslimin di Masjid Al-Rawdah, Sinai, Mesir

PERNYATAAN JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
ATAS PEMBANTAIAN TERHADAP KAUM MUSLIMIN
DI MASJID AL-RAWDAH, SINAI, MESIR

Sehubungan dengan terjadinya pembantaian Jamaah Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, Sinai Utara, Mesir, 24 November 2017, yang mengakibatkan korban ratusan jiwa dan luka-luka, maka terdorong oleh kepedulian dan kewajiban terhadap nasib kaum muslimin bersama ini JAMA'AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa pembantaian brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata tersebut, sejatinya merupakan penyerangan terhadap kaum muslimin di seluruh dunia. Para pelaku kebrutalan di masjid tersebut merupakan manusia paling zhalim, sebagaimana difirmankan di dalam Al-Qur’an; “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 114)
    Tindakan yang mereka lakukan itu adalah tindakan orang kafir, yang sama sekali tidak dibenarkan oleh Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah : “Mencela orang Islam adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran.” (H.R. Bukhari dan Muslim);
  2. Kami mengutuk keras tindakan tersebut karena membunuh seorang manusia tanpa alasan yang benar pada hakikatnya sama saja dengan membunuh manusia seluruhnya sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Q.S. Al-Ma’idah [5]: 32); “Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (Q.S. An-Nisa [4]: 93);
  3. Kami berdoa semoga Pemerintah Mesir dapat melakukan upaya maksimal untuk menemukan pelaku kejahatan tersebut dan menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya terhadap mereka serta menumpas jaringan yang tersisa yang merupakan ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi Mesir dan kawasan sekitarnya;
  4. Kaum muslimin seluruh dunia hendaknya senantiasa waspada terhadap segala upaya musuh-musuh Islam yang berusaha menghancurkan Islam dan menyakiti umat Islam. Usaha ini akan terus mereka lakukan tetapi pasti akan mengalami kegagalan, sebagaimana firman Allah : “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (Q.S. Ash-Shaff [61]: 7 – 8);
  5. Kami mengimbau seluruh umat Islam di mana saja berada untuk meningkatkan persatuan ukhuwah sesuai tuntunan Al-Qur’an dalam Surat Al-Hujurat [49] ayat 10 bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.” Surat Al-Anfal [8]: ayat 73, “Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. Dan sabda Rasulullah bahwa “Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (H.R. Bukhari dan Muslim);
  6. Akhirnya kami berdoa semoga seluruh korban yang meninggal dalam pembantaian tersebut dicatat sebagai syuhada fi sabilillah dan yang luka-luka segera disehatkan oleh Allah serta peristiwa yang mengerikan ini tidak lagi terjadi terhadap umat Islam maupun warga dunia lainnya terutama yang sedang beribadah kepada Allah .

Jakarta, 8 Rabi’ul Awwal 1439 H/27 November 2017 M

IMAAMUL MUSLIMIN

YAKHSYALLAH MANSUR

No Response

Comments are closed.