Pernyataan Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Krisis Di Yaman

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN SIKAP JAMA'AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

TERKAIT KRISIS DI YAMAN

Sehubungan dengan terjadinya krisis di Yaman, bersama ini Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

    1. Bahwa konflik horizontal maupun vertikal di dalam negeri Yaman akan mendorong Yaman kepada kehancuran yang sesungguhnya. Sebagaimana ucapan Balqis, Ratu Saba’ yang disebut dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. (QS. An Naml [27]: 34)
      Pemberontakan dan perebutan kekuasaan yang menjurus kepada perang saudara yang sengit setahun terakhir ini menambah kesengsaraan hidup rakyat Yaman. Campur tangan pihak-pihak asing baik yang diminta atau tidak diminta oleh kalangan dalam negeri Yaman justru memperburuk keadaan.
      Padahal penduduk negeri Yaman digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: “Pendukuk Yaman telah mendatangi kalian, mereka memiliki hati yang sangat lunak dan jiwa yang sangat lembut. Fiqih adalah Yaman dan hikmah adalah Yaman.” (H.R. Bukhari)
      Krisis dalam negeri Yaman pun mengancam perdamaian di kawasan Teluk dan sekitarnya. Sungguh diperlukan kebesaran jiwa dari semua pihak untuk sama-sama serius dalam mencari solusi terbaik bagi Yaman bahkan Timur Tengah pada umumnya tidak mempolitisasi agama hanya untuk memuaskan syahwat politik dan nafsu berkuasa segelintir orang atau kelompok.
    2. Perang yang terjadi di Yaman mengakibatkan terbunuhnya puluhan rakyat sipil, wanita dan anak yang tidak berdosa dan ratusan lainnya cedera. Perang saudara tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Kami menyerukan kepada para pemimpin Yaman di kedua belah pihak yang berseteru dan para pemimpin Arab Saudi serta sekutunya hendaknya takut kepada peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang membunuh kaum Muslimin.
      Sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Q.S. An Nisa [4]: 93). Dan “… Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…” (Q.S. Al Maidah [5]: 32)
      Perlu diperhatikan juga sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berikut: “Melecehkan Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (H.R. Bukhari).
    3. Hendaknya kedua belah pihak tidak mudah terprovokasi pihak-pihak ketiga yang ingin mengail di air keruh dengan mengadu domba sesama umat Islam sehingga terjadinya konflik yang berkepanjangan yang akhirnya hanya merugikan umat Islam itu sendiri.
    4. Berdasar hal-hal tersebut di atas, kami sampaikan himbauan sebagai berikut:
      a) Hendaknya kaum Muslimin peduli dan berpartisipasi aktif dalam mencarikan solusi terbaik bagi Yaman terutama dalam memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin di sana untuk keluar dari multi-konflik dan semua persoalan mereka dengan merujuk kepada perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Qur’an sebagai berikut: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (Q.S. Al Hujurat [49]: 10)
      Juga penting untuk diindahkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal ikatan kasih sayang di antara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit itu, dengan tidak dapat tidur dan merasa demam.” (H.R. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)
      b) Meningkatkan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Yaman maupun di seluruh penjuru dunia di mana kaum Muslimin ditindas dan dizalimi oleh mereka yang memusuhi Islam sebagaimana dikatakan Al Qur’an yakni: “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (saling menolong sesama orang beriman), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Q.S. Al Anfal [8]: 73)
      c) Hendaknya mewaspadai terhadap setiap tipu daya musuh-musuh Allah yang selalu berusaha memecah kaum Muslimin dengan berbagai cara di antaranya menebar fitnah di antara komponen ummat Islam di Yaman dan menyeret mereka kepada jurang pertentangan sektarian, mempertajam fanatisme paham keagamaan maupun ideologi politik. Allah memperingatkan tentang kebencian kaum kuffar kepada kaum Muslimin sebagai berikut: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 120)
      Serta firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Q.S. Al Maidah [5]: 82) yang hanya akan melemahkan umat Islam.
      d) Hendaknya dibangun sikap saling memahami, menghargai, menghormati dan membela di antara sesama kaum Muslimin di Yaman serta membangun kesatuan ummat dan menjauhi perpecahan sebagaimana diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Qur’an: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah secara berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran [3]: 103)
      Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:“Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling mengintip (kesalahan), jangan saling memarahi, jangan saling membelakangi, janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain, jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah sebagai saudara. Muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak menipunya, tidak mendustainya dan tidak menghinakannya, Taqwa itu di sini –sambil mengisyaratkan kepada dadanya tiga kali” (HR. Muslim).
      e. Menyerukan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk melaksanakan amanat konstitusi yakni berperan aktif dalam upaya menghadirkan perdamaian dunia termasuk di Yaman yang secara historis memiliki hubungan sangat erat dengan Indonesia sejak lama terutama hubungan keagamaan di mana para pendakwah Islam yang datang ke Indonesia mayoritas dari Yaman dan peran besar keturunan Arab Yaman dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

      Jakarta, 18 Jumadil Akhir 1436 H. / 7 April 2015 M.

      IMAAMUL MUSLIMIN

      YAKHSYALLAH MANSUR

No Response

Leave a reply "Pernyataan Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Krisis Di Yaman"

*