Pernyataan Terkait Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN JAMAAH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
TERKAIT KEKERASAN TERHADAP MUSLIM ROHINGYA

Menyikapi perkembangan terakhir di Myanmar dengan terbunuhnya ratusan Muslim Rohingya oleh militer Myanmar sejak Sabtu (12/11) pekan lalu di wilayah barat Negara bagian Rakhine, maka Jamaah Muslimin (Hizbullah) hari ini, Jum’at (18/11) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Mengutuk sekeras-kerasnya rezim Myanmar yang telah memperlakukan Muslim Rohingya dengan tidak manusiawi. Jika tindakan tersebut terus dilakukan, maka akan berhadapan dengan seluruh umat Islam.
    Umat Islam harus bersatu padu memberikan perhatian penuh terhadap saudaranya yang sedang terdzalimi di Rohingya, karena pada hakikatnya Kaum Muslimin bersaudara. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ۬ [49]١٠

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara…” (Qs. Al-Hujurat [49]: 10)

  • Lembaga-lembaga sosial umat Islam supaya segera mengirimkan bantuan kemanusiaan agar bisa menembus blokade militer Myanmar yang tidak mengizinkan bantuan masuk ke wilayah barat negara Rakhine.
  • Kepada PBB dan Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) agar berlaku adil terhadap umat Islam. Jangan sampai menganggap umat Islam bukan bagian dari masyarakat dunia, sehingga mereka dianggap tidak layak mendapatkan hak-hak.
  • Myanmar hendaknya meniru negara-negara dengan mayoritas agama tertentu yang selalu melindungi agama minoritas seperti Indonesia, Mesir, dan Turki.
  • Jika Myanmar tidak mengindahkan seruan ini, maka kami mendesak Komite Nobel mencabut Nobel Perdamaian dari Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi.
  • Mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai Negara ASEAN terbesar mendesak Pemerintah Myanmar menghentikan kezalimannya terhadap Muslim Rohingya, yang pada hakikatnya secara historis adalah rakyat mereka.
  • Umat Islam agar bertaqarrub dan mendoakan saudara-saudaranya sesama Muslim yang ada di Rohingya dalam setiap waktu mustajabah seperti sholat lima waktu, sholat malam, dan setelah khatam Al-Quran atau yang sedang melaksanakan umrah di Makkah untuk mendoakannya.

 

 

Hanya kepada Allah kami beribadah, dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan.

Jakarta, 18 Shafar 1438 H /18 November 2016 M

Imaamul Muslimin

Yakhsyallah Mansur

No Response

Leave a reply "Pernyataan Terkait Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya"

*