Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Peringatan KAA ke-60

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN SIKAP JAMA'AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

TERKAIT PERINGATAN KAA KE-60

Sehubungan dengan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 2015, yang akan berlangsung di Jakarta dan Bandung 19-24 April 2015, dengan ini Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Fakta bahwa Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada tahun 1955 telah menjadi pendorong perjuangan gerakan dunia ke tiga untuk mewujudkan dunia yang bebas dari penjajahan dan kemudian kaum Muslimin dan bangsa-bangsa yang terjajah di kawasan Asia Afrika dapat meraih kemerdekaan masing-masing dari kaum penjajah adalah suatu anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Konferensi tersebut menginspirasi bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrika untuk bersatu padu dan saling mendukung dalam melenyapkan kebatilan dan kezaliman yang diakibatkan oleh penjajahan. Semangat Bandung 1955 yang dimotori oleh sebagian pemimpin negeri-negeri Muslim di kawasan Asia Afrika tersebut kiranya sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surah Al Maidah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
  2. Fakta lain yang terjadi adalah bahwa setelah berjalan selama enam dasawarsa ternyata penjajahan belum dapat dilenyapkan dari muka bumi. Sampai saat ini bangsa Palestina masih berada di bawah penjajahan Israel dan fakta ini diketahui dengan sangat baik oleh seluruh dunia. Gerakan Non-Blok yang dijiwai oleh Semangat Bandung 1955 memang sudah melakukan sesuatu untuk menolong bangsa Palestina meraih kemerdekaannya. Namun perlu upaya yang lebih keras dari seluruh anggota gerakan tersebut untuk betul-betul meraih misi utamanya yakni membebaskan dunia terutama kawasan Asia Afrika dari penjajahan.
  3. Berkenaan dengan fakta tersebut di atas, kami menyampaikan seruan dan himbauan kepada para pemimpin Gerakan Non-Blok maupun para pemimpin dunia lainnya untuk meningkatkan upaya bersama guna mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Palestina dan memastikan bebasnya dunia dari kezaliman akibat penjajahan suatu bangsa atas bangsa yang lain maupun kezaliman suatu bangsa atas bangsanya sendiri seperti yang terjadi terhadap kaum Muslimin yang berada di beberapa negara karena jumlah mereka yang minoritas;
  4. Khusus bagai para pemimpin negeri-negeri Muslim dan kaum Muslimin pada umumnya kami menyampaikan seruan sebagai berikut:
    Hendaknya kaum Muslimin tetap istiqomah dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin di Palestina untuk meraih kemerdekaannya dan untuk membebaskan Masjid Al Aqsa dari penistaan kaum penjajah Zionis Israel sesuai firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an surah QS Al Hujurat 10 sebagai berikut:“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. Juga penting untuk diindahkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berikut:“Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal ikatan kasih sayang di antara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit itu, dengan tidak dapat tidur dan merasa demam.” (H.R. al-Bukhārī, Muslim dan Ahmad)
    Menjauhi ketidakpedulian dan pembiaran terhadap apa yang terjadi di Palestina maupun di seluruh penjuru dunia di mana kaum Muslimin ditindas dan dizalimi oleh mereka yang memusuhi Islam sebagaimana dikatakan Al Qur’an surah Al Anfal 73 yakni: “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (saling menolong sesama orang beriman), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
  5. Secara khusus kami menyerukan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk lebih berperan dalam melaksanakan amanat konstitusi yakni aktif ikut serta dalam upaya menghadirkan perdamaian dunia terutama di Palestina dan terbebaskannya warga dunia dari semua bentuk penindasan dan kezaliman di muka bumi karena penjajahan dalam segala bentuknya tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan;

Hanya kepada Allah kita berharap dan bertawakkal. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin di Palestina dan di mana saja berada untuk memimpin dunia dan mengembalikan dunia kepada keadilan dan kedamaian sejati, Aamiin.

Jakarta, 29 Jumadil Akhir 1436 H./18 April 2015 M.

Imaamul Muslimin

Yakhsyallah Mansur

No Response

Comments are closed.