Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Mendukung Persatuan Palestina

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN SIKAP JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

MENDUKUNG PERSATUAN PALESTINA

Memperhatikan Kesepakatan Rekonsiliasi Hamas dan Fatah di Kairo, Mesir, Rabu (27/4), yang berisi perlunya persatuan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Palestina, serta mengamati situasi Timur Tengah pada umumnya, maka dengan memandang dari sisi agama Islam bagi kepentingan umat manusia untuk hidup tenteram dan damai, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) memandang perlu menyatakan sikapnya sebagai berikut :

  1. Memberikan dukungan positif bagi pemerintah Mesir, yang telah memfasilitasi rekonsiliasi Hamas-Fatah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Pemerintah Mesir yang dulu dianggap sebagai pendukung Amerika Serikat dan Zionis Israel, kini pasca lengsernya Mubarak telah mengambil andil besar untuk mendukung Palestina merdeka.
    Langkah Mesir tersebut kiranya dapat diikuti oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah dan di dunia untuk memberikan dukungan positif baik moril maupun materiil bagi kebebasan Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi Israel.
  2. Mendukung penuh rekonsiliasi faksi Hamas-Fatah dan pergerakan kemerdekaan lainnya bagi kemerdekaan Palestina.
    Firman Allah, artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (Surat Al-Hujurat ayat 10).
  3. Persatuan Palestina memang wajib diwujudkan bagi kemerdekaan Palestina secara penuh dan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari belenggu penjajahan Zionis Israel.
    Firman Allah, artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah (bersatu padu), dan janganlah kamu bercerai-berai…..” (Surat Ali Imran ayat 103).
  4. Hendaknya setiap permasalahan umat Islam diselesaikan antarsesama umat Islam secara damai dan saling bersaudara. Jangan sampai ada intervensi dari pihak-pihak luar Islam yang justru akan merugikan perjuangan Islam itu sendiri. Apalagi hal ini menyangkut kawasan Masjid Al-Aqsha di Palestina, Kiblat pertama umat Islam, bumi Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan tanah waqaf umat Islam, hak milik sah umat Islam seluruhnya. (Surat Al-Isra ayat 1).
    Firman Allah, artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu….“ (Surat Ali Imran ayat 118).
    Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Anfal [8] : 46).
  5. Mengimbau kepada Presiden RI, DPR, MPR, Parpol dan Ormas Islam, serta tokoh Islam di Indonesia, untuk memberikan dukungan atas rekonsiliasi tersebut dan bantuan finansial kepada Hamas-Fatah untuk terwujudnya kemerdekaan bangsa Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.
  6. Mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan dukungan sepenuhnya atas kemerdekaan bangsa Palestina.
  7. Mengimbau kepada seluruh umat Islam di dunia untuk mengerahkan seluruh potensi financial (funds) dan kekuatan apa saja (forces) bagi kemerdekaan bangsa Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.

Demikian pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

الحمد لله, ايّاك نعبد وإيّاك نستعين
الله اكبر ولله الحمد
Jakarta, 27 Jumadil Ula 1432 H./ 30 April 2011 M.

Imaam Muslimin
Muhyiddin Hamidy.

No Response

Comments are closed.