Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Aksi Teror di Jakarta

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

Pernyataan Sikap Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

Terkait Aksi Teror di Jakarta

Berkenaan dengan aksi teror bom dan serangan bersenjata di Jakarta pada tanggal 14 Januari 2016 yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, terdorong keprihatinan yang mendalam maka Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan pendapat sebagai berikut:

  1. Bahwa sesungguhnya aksi teror tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Misi utama Islam adalah menebar kasih sayang tidak saja bagi para pemeluknya namun juga bagi semesta raya (rahmatan lil ‘alamiin). Hal ini ditegaskan di dalam kitab suci Al-Qur’an, “Kami tidak mengutus engkau, Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya [21]: 107);
  2. Bahwa aksi teror bom di Jakarta maupun di berbagai tempat di dunia hendaknya tidak ditudingkan kepada kaum Muslimin sebagai tertuduh. Selama ini kaum Muslimin sering menjadi kambing hitam atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Karena setiap tindakan kekerasan bersenjata maupun tanpa senjata yang digolongkan radikalisme dan terorisme sangat-sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan dalam akhlaqul karimah;
  3. Kami mengecam individu atau kelompok yang melakukannya atau yang mengklaim bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Sungguh aksi tersebut tidak bisa diterima oleh akal sehat dengan alasan apa pun. Warga masyarakat yang tidak bersalah justru menjadi korbannya;
  4. Kami menghimbau kaum muslimin untuk meningkatkan kekompakan dan bersatu padu melawan gerakan yang membuat kekerasan dan mengakibatkan kekacauan yang diatasnamakan agama Islam yang justru merusak citra agama Islam dan merugikan kaum Muslimin;
  5. Kaum Muslimin dan seluruh komponen bangsa Indonesia dihimbau untuk tetap bersatu dan saling bahu membahu serta meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk infiltrasi dan praktik-praktik rekayasa intelijen asing yang ingin mengadu domba dan memecah belah bangsa serta membuat kekacauan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  6. Pihak TNI dan POLRI dihimbau untuk meningkatkan kesungguhannya dalam menangani kasus tersebut dan menindak para pelakunya sesuai peraturan yang berlaku. TNI dan POLRI didukung untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional dan adil terutama dalam mengantisipasi potensi munculnya aksi teror atau kekerasan dalam segala bentuknya yang mengancam keselamatan bangsa dan negara;
  7. Kami memperingatkan kepada pemimpin dan pengikut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk bertaubat kepada Allah dan kembali kepada jalan yang benar, menghentikan tindak kekerasan yang diharamkan oleh Allah. Takutlah kepada siksa Allah atas kezaliman yang Anda perbuat. Sesungguhnya yang Anda lakukan justru mencemarkan kemuliaan syariat Khilafah dan menghempaskannya kepada kehinaan dan menjadi olok-olok musuh-musuh Islam. Khilafah adalah haq yang akan tegak dengan cara yang haq pula, bukan dengan cara yang bathil;

Hanya kepada Allah kita berharap dan bertawakkal. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin di mana saja berada untuk terbebaskan dari segala bentuk fitnah dan kemudian mampu memimpin dunia dengan prinsip rahmatan lil ‘alamiin serta mengembalikan dunia kepada keadilan dan kedamaian sejati, Aamiin.

Jakarta, 5 Rabi’ul Akhir 1437 H/15 Januari 2016 M
IMAAMUL MUSLIMIN

dto.

YAKHSYALLAH MANSUR

No Response

Comments are closed.