Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Insiden Truk Maut di Nice – Perancis

Jama'ah Muslimin (Hizbullah)

PERNYATAAN SIKAP JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
TERKAIT INSIDEN TRUK MAUT DI NICE – PERANCIS

Berkenaan dengan peristiwa truk maut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka, bersama ini Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Bahwa kami prihatin atas jatuh korban jiwa dan luka-luka akibat insiden tersebut. Perbuatan brutal dari pengemudi truk maut itu merupakan pembunuhan yang keji terhadap warga sipil di Nice. Pembunuhan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun termasuk alasan agama.
    Islam melarang pembunuhan dengan alasan yang batil dan pembunuhan digolongkan dosa besar, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Q.S. Al-Ma’idah [5]: 32);
  2. Kami mengajak kepada semua pihak untuk mengedepankan pertimbangan akal sehat, dan tidak terbawa emosi sehingga jatuh kepada spekulasi, apalagi prasangka buruk terhadap pihak tertentu sebagai yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
    Apabila ada yang berspekulasi bahwa karena pengemudi truk maut tersebut adalah seorang Muslim, maka tindakannya adalah mewakili Islam dan muslimin pada umumnya. Kami tegaskan di sini bahwa Islam dan kaum Muslimin tidak dapat diseret begitu saja sebagai pihak yang bertanggung jawab. Islam adalah agama yang misi utamanya menebar kasih sayang, tidak saja bagi para pemeluknya namun juga bagi semesta raya (rahmatan lil ‘alamiin).
    Kaum muslimin diperintahkan untuk berbuat kebaikan dan kedamaian, serta dilarang keras untuk menyakiti siapapun;
  3. Apabila ada individu atau kelompok tertentu yang mengklaim bertanggungjawab atas tragedi itu, maka hendaknya tidak serta merta melibatkan kaum Muslimin sebagai pihak yang bertanggungjawab atasnya. Selama ini kaum Muslimin sering menjadi kambing hitam atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya.
    Tindak kekerasan bersenjata maupun tanpa senjata yang digolongkan radikalisme, sebenarnya hanya dilakukan oleh segelintir orang, yang tidak serta merta mewakili kaum muslimin pada umumnya;
  4. Kami mendoakan agar rakyat dan Pemerintah Perancis mampu menghadapi musibah tersebut dengan tabah dan mengambil tindakan yang bijak atas tragedi tersebut;
  5. Kaum Muslimin di Perancis dihimbau untuk meningkatkan kekompakan dan ukhuwah serta memberikan bantuan yang diperlukan untuk pemulihan situasi di Nice, dan Perancis pada umumnya, sehingga semua orang dapat melanjutkan kehidupannya dalam damai;
  6. Menghimbau semua pimpinan negara di dunia untuk berusaha semaksimal mungkin menghentikan aksi teror dalam bentuk apapun dengan cara menciptakan hubungan yang baik di antara warga negaranya dengan warga negara lain. Karena, hakikatnya semua manusia sesama anak cucu Nabi Adam Alaihi Salam adalah bersaudara;
  7. Kami pun menghimbau agar kaum Muslimin di mana saja berada, serta warga dunia seluruhnya, untuk berperan aktif dalam penegakkan keadilan, dan membebaskan dunia dari segala bentuk ancaman dan teror. Dunia ini adalah milik Allah dan tidak pantas dikuasai oleh individu atau kelompok tertentu yang haus kekuasaan, dan senang berbuat kerusakan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan ummat manusia untuk mengelola, dan memimpin dunia dengan adil untuk terciptanya kedamaian, dan kesejahteraan bagi semua makhluk di atasnya.

Jakarta, 12 Syawwal 1437 H/ 17 Juli 2016 M

Majelis Ukhuwah Pusat

Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

Amir,

H. Bustamin Utje

No Response

Leave a reply "Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Insiden Truk Maut di Nice – Perancis"

*