Kecaman Atas Kekerasan Terhadap Muslim India

PERNYATAAN KECAMAN ATAS KEKERASAN TERHADAP MUSLIM DI INDIA

Bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan massa Hindu terhadap umat Islam di India dan terkesan ada pembiaran oleh pihak keamanan dan Pemerintah India telah menyebabkan jatuhnya puluhan korban jiwa, ratusan cedera dan hancurnya properti milik warga muslim India seperti rumah, sekolah, toko dan masjid-masjid. Tindakan kekerasan tersebut adalah bentuk kejahatan kolektif dan termasuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Kini kaum muslimin India justru menjadi pihak yang paling terancam di negerinya sendiri.

Hal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang diadopsi oleh Sidang Umum PBB di tahun 1948. Di dalam deklarasi itu disebutkan pada Artikel XVIII bahwa “Setiap manusia memiliki hak atas kebebasan dalam berfikir, berhati nurani dan beragama. Hak ini termasuk kebebasan untuk berganti agama atau keyakinan, dan kebebasan untuk menjalankan agamanya atau keyakinannya dalam hal ajaran, praktek ibadah dan penampilan.”

Tindakan kekerasan tersebut juga melanggar Deklarasi Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi berdasarkan Agama atau Keyakinan yang disahkan oleh Sidang Umum PBB pada tahun 1981.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dengan ini mengecam Pemerintah India yang gagal melindungi rakyatnya sendiri dari kejahatan yang didasari kebencian keagamaan dan menuntut untuk dihentikannya segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia terhadap umat muslim di India. Pemerintah India dituntut memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa Islam adalah agama yang memiliki misi kasih sayang bukan sekedar bagi para pemeluknya semata namun bagi semesta raya (rahmatan lil ‘alamiin) sebagaimana tersebut di dalam Kitab Suci Al Qur’an Surah Al Anbiya’ ayat 107. Dengan prinsip inilah umat Islam di Indonesia sebagai warga mayoritas selama ini berbuat adil dan melindungi warga Hindu yang minoritas serta senantiasa mengembangkan toleransi sesama umat beragama dan tidak memaksakan keyakinannya kepada pihak lain.

2. Kami menyerukan kepada Pemerintah India untuk menghapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap umat muslim di India terutama dalam hal hukum kewarganegaraan dan memperlakukannya dengan hormat sama seperti warga negara India yang beragama Hindu atau lainnya. Selama ini umat muslim India telah terbukti menjadi warga negara yang patuh dan memiliki reputasi yang baik dalam berkontribusi kepada negara dan masyarakat India di berbagai bidang kehidupan.

3. Seruan ini tidak dimaksudkan untuk mencampuri urusan dalam negeri Pemerintah India. Namun prinsip yang dianut oleh kaum muslimin di mana saja berada adalah persaudaraan dalam keimanan mengharuskan sesama muslim saling menolong, membela dan melindungi. Hal ini merupakan pelaksanaan dari perintah kitab suci Al-Qur’an dalam surah Al-Hujurat ayat 10 bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.

4. Kredibilitas dan kehormatan para pemimpin dan kepala Pemerintahan India di mata dunia ditentukan oleh kemampuannya melindungi rakyat India dan memastikan setiap individu termasuk setiap muslim di India terpenuhi hak-haknya sebagai warganegara yang setara tanpa diskriminasi. Apabila para pemimpin gagal hadir untuk melindungi rakyatnya maka hal itu berarti sedang menuliskan aib yang memalukan dalam sejarah bangsa India.

Pada kesempatan ini pun kami menyerukan umat muslim di India untuk bersikap sabar dan semakin mendekatkan diri kepada Allah serta memohon perlindungan dan pertolongan untuk diselamatkan dari segala bahaya. Yakinlah bahwa Allah tidak diam dan saudara-saudara kalian umat muslim di seluruh dunia ikut prihatin atas musibah yang kalian hadapi dan siap sedia untuk membela dan menolong kalian. Rapatkanlah barisan kalian dan tingkatkan ukhuwah di antara sesama muslim serta waspadalah dari segala bentuk fitnah dan adu domba dari musuh-musuh Allah. Semoga Allah memberi kalian kemenangan yang besar, aamiin.

Untuk umat Islam di luar India, kami menyerukan untuk terus memberikan perhatian dan pembelaan terhadap saudara sesama muslim di India setidaknya dengan memanjat doa-doa untuk perlindungan Allah buat mereka terutama doa Ahzab dan Qunut Nazilah sampai kezaliman terhadap umat muslim India dihentikan. Hal ini sebagai bukti bahwa kaum muslimin di manapun adalah satu kesatuan dan bersaudara.

Bogor, 6 Rajab 1441 H/1 Maret 2020 M

JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
AMIR MAJELIS UKHUWAH PUSAT

H. BUSTAMIN UTJE

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan