Pernyataan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Berkenaan kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan Kalimah Tauhid oleh oknum anggota BANSER pada acara perayaan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 pada Senin 22 Oktober 2018 di Lapangan Alun-alun Limbangan, Garut, terdorong tanggung jawab dalam ikut menjaga kehormatan Islam dan keselamatan muslimin, dengan ini Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Bahwa kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut yang melukai hati umat Islam di seluruh dunia dan dikhawatirkan mencoreng kehormatan umat Islam Indonesia yang selama ini terkenal santun, berbudi dan cinta agama.

2. Bahwa kejadian tersebut maupun berbagai kejadian lain di mana BANSER terlibat pelarangan da’wah para ulama di berbagai daerah mencerminkan begitu memprihatinkannya kualitas iman dan akhlak sebagian pemuda kita saat ini. Dan hendaknya hal ini menjadi pelajaran bagi BANSER bahkan bagi organisasi induknya Nahdhatul Ulama untuk lebih serius agar tidak mencederai NU sebagai ormas terbesar di Indonesia yang dipimpin oleh para kiai dan alim ulama yang kita hormati.

3. Setelah mendengar bahwa 3 (tiga) orang pelakunya telah meminta maaf, kami mendorong mereka untuk betul-betul bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena apapun alasannya perbuatan tersebut dapat digolongkan sebagai penistaan agama yang patut diganjar dengan hukuman maksimal. Dan kami berharap hal ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi Nahdhatul Ulama agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali.

4. Patriotisme BANSER di masa lalu dalam Laskar Hizbullah dan penumpasan PKI perlulah dijaga. Namun patriotisme itu hendaklah diarahkan pada persoalan kebangsaan kontemporer yang tepat, misalnya merespon dekadensi moral pemuda, bahaya LGBT, narkoba, dan miras. Termasuk juga infiltrasi ekonomi asing yang semakin mengkhawatirkan, tanggap bencana alam, dan persoalan-persoalan kemanusiaan yang lain di Palestina, Rohingya, Uighur, dan lain-lain.

5. Kami mengimbau kepada kaum muslimin untuk menyikapi kejadian ini dengan dewasa dan tidak mudah terpancing provokasi dari musuh-musuh Islam yang berusaha mengadu domba umat Islam. Hendaknya umat Islam Indonesia sadar bahwa dalam kondisi saat ini apalagi memasuki tahun politik 2019 justru yang diperlukan adalah konsolidasi dan penguatan ukhuwah agar mampu mengendalikan situasi dan mengawal keutuhan NKRI.

6. Kami mendukung pihak POLRI untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran bendera Tauhid tersebut maupun terhadap para penista agama yang lain baik Islam maupun agama lain dan untuk bersikap lebih profesional dalam penegakkan hukum, serta menjamin kehidupan umat beragama yang damai.

7. Kepada Pemerintah RI kami mengimbau untuk ikut mengendalikan situasi dan menjamin tegaknya hukum, terutama terkait penindakan terhadap para pelaku penistaan agama, karena hal ini akan memberikan ketenangan kepada umat Islam, dan menghadirkan kesan kewibawaan Pemerintah yang sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan NKRI.

8. Kami mendoakan kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi umat Islam dan seluruh komponen bangsa serta menjauhkan Indonesia dari berbagai potensi perpecahan, Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

Demikian pernyataan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

الحمد لله, إيّاك نعبد وإيّاك نستعين
الله أكبر ولله الحمد

Bogor, 13 Shafar 1440 H
22 Oktober 2018 M

JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
AMIR SYUBBAN PUSAT

M. ANSHORULLAH

Tag:

Tinggalkan Balasan