Imbauan Menghentikan Penjajahan Israel Terhadap Palestina Dan Masjid Al Aqsa

IMBAUAN LEBIH SERIUS MENGHENTIKAN PENJAJAHAN ISRAEL TERHADAP PALESTINA DAN PENISTAAN TERHADAP MASJID AL-AQSA

Kezaliman yang dilakukan oleh Pemerintah Penjajahan Israel terhadap Masjid Al Aqsa dan warga Palestina semakin meningkat sejak klaim sepihak oleh Israel dan Amerika Serikat bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam hal kekerasan yang dilakukan tidak saja oleh militer Israel namun juga oleh warga sipil Israel yang dilindungi pihak keamanan Israel. Penghancuran tempat tinggal warga Palestina yang tinggal di permukiman Sur Baher dan Wadi al Hummus di Tepi Barat Palestina yang mengakibatkan terusirnya ribuan warga Palestina yang menghuni permukiman tersebut secara legal selama beberapa generasi adalah salah satu contoh tindakan kejahatan yang nyata.

Kejahatan lain adalah serbuan warga sipil dan militer Israel ke Masjid Al Aqsa sebagai tempat suci yang sebenarnya hanya boleh dimasuki oleh umat Islam. Setiap hari terjadi peningkatan jumlah warga sipil Israel yang menerobos masuk situs suci umat Islam tersebut bukan saja ratusan melainkan ribuan. Para penerobos tersebut sengaja masuk dan melakukan berbagai tindakan provokatif yang melanggar ketentuan yang berada di bawah resolusi PBB tentang pembagian wilayah di antara Israel dan Palestina (UN Partision). Bangunan Masjid Al Aqsa semakin rapuh dan di ambang kehancuran karena proyek penggalian bawah tanah yang dijalankan secara massif oleh Pemerintah Penjajah Israel. Mencermati tindakan brutal warga sipil dan militer Israel tersebut, kami menyampaikan imbauan sebagai berikut:

1. Kepada para pemimpin dunia, kami mengajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap Masjid Al Aqsa dan Palestina dan mengambil tindakan yang nyata untuk betul-betul menghentikan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap Masjid Al Aqsa dan Palestina. Gunakanlah segenap kewenangan Anda untuk ikut mewujudkan perdamaian dunia dengan menolak penindasan dan penjajahan terhadap bangsa Palestina serta penistaaan terhadap Masjid Al Aqsa. Sepanjang sejarah tampaknya Masjid Al Aqsa adalah masjid yang paling banyak mengalami kekerasan dan penghancuran dari para pembencinya baik secara perorangan maupun kelompok bahkan negara. Warga jamaah atau peziarah Masjid Al Aqsa adalah yang paling sering mendapat gangguan dan kekerasan justru di tempat ibadah di mana mereka mendambakan kedamaian.

2. Kepada seluruh umat Islam, kami mengajak untuk lebih serius dalam memberikan perhatian dan pembelaan terhadap Masjid Al Aqsa dan muslimin di Palestina. Tanggung jawab membela Masjid Al Aqsa berada di pundak setiap muslim di mana saja berada, tidak sekadar pada pundak orang Palestina. Masjid Al Aqsa adalah amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus dibela kehormatannya. Umat Islam tidak boleh lalai apalagi mengabaikan tanggung jawab tersebut.

Para pemimpin Islam dan seluruh umat Islam hendaknya menyadari bahwa kaum kuffar saling membantu dan bersatu padu dalam upaya mereka untuk menghancurkan umat Islam. Oleh karenanya para pemimpin umat Islam harus berusaha keras melaksanakan perintah Allah yaitu bersatupadu untuk menghentikan kejahatan mereka dengan membebaskan Masjid Al Aqsa dan Palestina dari penjajahan Israel sebagaimana tersebut di dalam surah Ali Imran ayat 103:

“Dan berpeganglah kamu kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran [3]: 103)

Apabila kaum muslimin terutama para pemimpinnya mengabaikan perintah Allah tersebut maka akan terjadai kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi sebagaimana diperingatkan di dalam Surah Al Anfal 73

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Q.S. Al Anfal [8]: 73)

3. Selanjutnya kami pun mengimbau warga dunia agar lebih peduli dan membantu orang-orang Palestina baik yang berada di dalam negeri Palestina maupun yang tersebar mengungsi di berbagai negara. Warga Palestina yang berada di Tepi Barat dan Jalur Gaza masih memerlukan bantuan internasional. Orang-orang yang tergusur buldoser Israel dan kehilangan tempat tinggal tidak akan hidup sebagai orang yang normal karena tiba-tiba menjadi pengungsi yang harus menumpang di berbagai tempat dengan kualitas kehidupan yang memprihatinkan. Begitu juga yang mengungsi di berbagai negara seperti Lebanon, Suriah, Mesir, negara-negara Eropa, Amerika, Australia dan lainnya, hidup sebagai warga dunia kelas dua yang tidak memiliki hak-hak yang sama dengan warga dunia lainnya. Sungguh mereka hidup di tengah sebagai ketidakpastian tentang masa kini mereka, apalagi masa depan mereka. Untuk itu mereka menjadi salah satu prioritas yang perlu mendapatkan bantuan kemanusiaan internasional.

4. Terkait kualitas hidup bangsa Palestina yang rendah, hendaknya diwaspadai agenda perluasan penjajahan di balik Proposal “Deal of The Century” yang dibahas pada Konferensi Manama Bahrain Juni 2019. Proposal yang katanya dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi warga Palestina dibahas tanpa melibatkan para pemimpin Palestina dan kental dengan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Kami mengajak warga dunia untuk lebih rasional dan bersikap tegas menolak proposal Manama tersebut. Warga dunia terutama para pemimpin muslim hendaknya berinisiatif untuk menghimpun kekuatan ekonomi untuk diarahkan menghentikan penjajahan Israel atas Palestina sebagai dasar dibangunnya kesejahteraan warga Palestina. Sepanjang Israel masih meneruskan penjajahannya kepada Palestina maka bangsa Palestina tidak akan pernah merasakan keamanan dan kesejahteraan sebagaimana warga dunia lainnya.

5. Akhirnya kami mengimbau kepada kaum muslimin di mana saja berada dari unsur intelektual dan pemuda, kaum wanita dan para pengusaha serta pejuang keadilan dan kemanusiaan, orang tua dan anak-anak, agar tetap fokus untuk mengikuti, memperhatikan dan membela hak-hak sesama muslim yang terzalimi di Palestina dan negeri-negeri lainnya serta ikutserta mengambil tindakan yang nyata dalam menolong mereka dan tidak henti-hentinya mendoakan pada setiap waktu sholat dan waktu-waktu mustajabah. Yaitu doa ikhlas untuk keselamatan seluruh muslimin dan umat manusia serta perdamaian dunia.

Bogor, 2 Dzulhijjah 1440 H/3 Agustus 2019 M
IMAAMUL MUSLIMIN

YAKHSYALLAH MANSUR

Tag:

Tinggalkan Balasan