Amalan Wanita Haid atau Nifas Saat Ramadhan

50

Oleh: Hasanatun Aliyah, Wartawan Kantor Berita MINA

Bulan Ramadhan disebut sebagai bulan suci bagi Umat Islam. Bulan mulia atau bulan penuh ampunan bagi umat Islam jika menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh akan diampuni dosa-dosanya sebagai mana dalam sabda Nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (SAW) berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

Bulan Ramadhan sangat digadang-gadang setiap tahunnya oleh umat Islam, sebab selain bulan ampunan, juga bulan yang penuh berkah bahkan Allah subhanallahu wa ta’ala (SWT) mengistimewakan bulan tersebut dengan memberikan pahala berlipat ganda.

Namun sebagai kaum wanita tentu ada kalanya dalam sebulan mendapat masa haid, sehingga tidak berpuasa. Begitu juga berlaku bagi wanita yang sedang nifas (darah yang keluar dari rahim disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan).

Memang bahwa muslimah yang sedang kedatangan siklus haid atau nifas pada bulan Ramadhan dilarang melaksanakan puasa, shalat, membaca Al-Quran (ada yang membolehkan), Thowaf, dan I’tikaf di Masjid.

Rasulullah SAW Bersabda, yang artinya: “Dari Abu Sa’id Al Khudriy Radhiyallahu Anhu “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Bukankah Wanita itu jika sedang haid dia tidak shalat dan tidak shaum/berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari).

Lalu Amalan apa yang boleh dilakukan kaum hawa saat haid atau nifas agar tetap mendapat pahala berlipat sebagaimana orang yang berpuasa?

Tidak usah khawatir atau bersedih hati bagi kaum hawa ketika haid atau nifas karena masih banyak amalan-amalan bernilai pahala berlipat yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap tindakan yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan, tindakan yang baik akan dilipatgadakan pahalanya hingga 700 kali. Allah SWT berfirman: Dengan syarat berpuasa yang dilakukan karena Aku (Allah), maka Aku akan memberinya pahala”. (HR Bukhari).

  1. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Di antara amalan yang boleh dilakukan wanita haid atau nifas yaitu memberi makan orang yang berpuasa, seperti menyiapkan makan buka dan sahur keluarganya, saudaranya atau orang yang berpuasa. Sebagai mana sahabat Rasulullah Zaid bin Khalid berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

مَن فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِن أَجْرِ الصَّائِمِ شَيئًا

 “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192)

  1. Perbanyak Sedekah

Amalan selanjutnya yaitu, sedekah. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Hal ini sebagaimana janji Alla swt di dalam Al-Qur’an.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18)

Sedekah sebenarnya dianjurkan setiap waktu, di kala kita memiliki tenaga dan rezeki. Namun, sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, seperti sabda Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi:

“Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan,’” (HR At-Tirmidzi).

Para sahabat juga kerap menyaksikan kemurahan hati Rasulullah di bulan Ramadhan. Mereka menyebut Rasullullah adalah orang yang paling murah hati. Tapi di bulan Ramadhan, kemurahan hati Rasulullah berlipat ganda melebihi bulan-bulan biasanya.

Rasulullah saw bersabda, yang artinya; “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

  1. Dzikir, Istighfar, Doa dan Shalawat

Perempuan haid tidak dilarang untuk berzikir terlebih di Bulan Ramadhan karena amalan ibadah apa pun termasuk zikir dan istighfar pahalanya akan dilipatgandakan.

Ada dari kita yang meyakini bahwa membaca Al-Quran saat haid atau nifas diperbolehkan. Jadi bagi yang mengambil keyakinan ini, tetaplah bertilawah. Bila yang meyakini pendapat lain (tidak memperbolehkan membaga Al-Qur’an saat haid), maka kita lakukan saja murajaah (menghafal), membaca terjemah, atau mendengarkan orang bacaan Al-Qur’an (murotal).

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: “Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf: 204).

Selain itu, perbanyak berdzikir al-matsurat, memanjatkan doa, membaca tasbih-tahmid-takbir, bershalawat serta memperbanyak istighfar.

Hakikat istighfar adalah bertobat dari segala dosa-dosa dan kesalahan. Tobat yang diperintahkan Allah adalah tobat nasuha (semurni-murninya tobat) seperti disebut dalam Al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS At-Tahrim: 8)

  1. Menuntut Ilmu

Amalan berikutnya yaitu; menuntit ilmu. Wanita haid tetap dibolehkan menuntut ilmu agama agar mendapat pahala. Sebagai mana Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” Abu Isa berkata; ini adalah hadits hasan. (HR. Tirmidzi)

Mencari ilmu bisa menghadiri kajian-kajian keagamaan, mendengarkan ceramah-ceramah bisa melalui sosial media atau YouTube, atau membaca buku yang bermanfaat.

  1. Menghormati Orang yang Berpuasa

Meskipun seorang wanita tersebut tidak puasa, namun wajib baginya menghormati atau menghargai orang yang berpuasa, jangan makan atau minum di tempat umum di depan orang yang sedang berpuasa, sebaiknya makan dengan bersembunyi.

  1. Menghadiri Sholat Hari Raya (Lebaran)

Amalan haid di bulan Ramadhan yang terakhir adalah menghadiri salat hari raya. Walaupun tidak boleh menunaikan sholat hari raya, tapi seorang wanita haid tetap mendapatkan pahala dengan menghadiri shalat tersebut. Wanita yang tengah haid disunahkan untuk duduk di belakang menjauhi shaf salat dan fokus mendengarkan khutbah.

Demikian beberapa amalan yang bisa seorang wanita lakukan jika mendapatkan siklus haid atau nifas di bulan Ramadhan. Dengan mengharapkan ridho Allah agar mendapatkan berkah dan keistimewaan bulan Ramadan. Amiiin. Wallahu ‘alam.