Pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina Melalui Medsos

11


Oleh: Luthfiah Al-Qonati, Mahasiswi Ma’had Al-Imam Malik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jateng

Siapa sich di zaman era digital ini yang tidak tahu media sosial? Apalagi kita hidup di masa generasi Z, masa serba menggunakan teknologi. Teknologi yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari kita saat ini.

Dalam Islam sendiri tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru Islam itu sangat mendukung kemajuan umatnya dari masa ke masa untuk terus melakukan penelitian dan bereksperimen dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang teknologi.

Selain banyak memuat tentang pentingnya pengembangan sains, sosial, maupun umum, Al-Quran juga dapat dijadikan sebagai inspirasi ilmu dan pengembangan wawasan berfikir. Sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru dalam kehidupan.

Hanya saja, untuk menemukan hal tersebut, dibutuhkan kemampuan untuk menggalinya secara lebih mendalam agar potensi alamiah yang diberikan Allah dapat memberikan kemaslahatan sepenuhnya bagi keselarasan alam dan manusia.

Selanjutnya, kita menyaksikan, kemajuan teknologi modern saat ini yang begitu pesat, banyak memicu munculnya produk-produk teknologi canggih seperti radio streaming, handphone, televisi, internet, alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah lainnya. Perkembangan teknologi juga menawarkan aneka jenis hiburan bagi orang tua, kaum muda, atau bahkan anak-anak sekalipun. Namun tentunya alat-alat itu tidaklah bertanggung jawab atas apa yang diakibatkannya. Termasuk kedudukan media sosial berbasis internet saat ini, yang sangat penting dalam mempengaruhi pola pikir manusia.

Apalagi peran media itu akan menjadi urgent ketika membahas masalah negara-negara berpenduduk Islam, seperti beberapa negara : Suriah, Yordania, Lebanon, Irak, Iran, Rohingya, Yaman, dan tentu Palestina. Serta Muslim minoritas di negara lainnya seperti : Muslim Kashmir di India, Muslim Uighur di China, Muslim Rohingya di Myanmar, dan di Muslimin beberapa Negara Eropa.

Terutama tentu bagaimana keadaan Al-Aqsha di Palestina. Karena sebagian orang yang tidak membaca masalah Timur Tengah, khususnya kawasan Syam yang di dalamnya ada Palestina dan Suriah, orang akan tertipu dengan asumsi dan analisa hawa nafsu. Bahwasanya Timur Tengah adalah negara penuh konflik.

Palestina misalnya, akan dianggap sebagai Negara yang tak henti-hentinya penuh konflik dan darah. Bagi yang mengerti dan membaca dengan kacamata iman, Palestina adalah ikon perjuangan kaum Muslimin di seluruh dunia.

Dalam hal ini, kita bisa menggunakan berbagai media sosial yang kita punyai seperti beberapa FB, Twitter, IG, WA, YouTube, TikTok dan sebagainya.

Terlebih, media sosial ini menjadi salah satu konten di internet yang paling sering diakses masyarakat di dunia.

Laporan We Are Social menunjukkan, pengguna media sosial secara global mencapai 4,7 miliar pada awal Juli 2022. Sedangkan pengguna medsos di Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022. Angka ini meningkat 21 juta atau 12,6 persen dari tahun 2021.

Angka ini setara dengan 68,9 persen dari total populasi di Indonesia, yang mencapai 277,7 juta hingga Januari 2022.

Di kalangan anak muda, 98% dari anak-anak dan remaja tahu tentang internet, dengan 79,5% di antaranya adalah pengguna internet.

Untuk itu, kita harus pintar-pintar dalam penggunaan media social. Sebisa mungkin kita gunakan untuk menge-share kebaikan yang bermanfaat untuk banyak orang. Jangan sampai kita yang di manfaatkan oleh media sosial baik secara langsung ataupun tidak.

Terlebih menyangkut isu Masjid Al-Aqsha dan Palestina. Mungkin masih banyak netizien, terutaa generasi muda yang mengetahui bahwa Yahudi sudah membuat rencana strategis perebutan wilayah Palestina yang dimulai dari pergerakan ideologi Zionist sejak tahun 1800-an yang diprakarsai Theodor Hetzl.

Kemudian puncak gerakan politik mereka terjadi pada Perjanjian Skys-Piccot 1916. Di mana Inggris membagi wilayah jajahan Palestina. Sejak saat itulah konspirasi dan imigrasi besar-besaran Yahudi terjadi.

Melalui medsos, sekarang dunia sudah mulai mengetahui betapa zionis Yahudi telah banyak melakukan kejahatan, kezaliman, pembantaian terhadap warga Palestina, penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha.

Tahun 2010-an saja, pemerintah Israel mengintensifkan pekerjaan untuk rencana Yahudisasi di sekitar Masjid Al-Aqsha.

Tahun 2016-an menjadi tahun paling banyak penyerbuan pemukiman Yahudi ke kompleks Masjid al-Aqsha, dengan angka sekitar 5.600 pemukiman, artinya serangan meningkat dalam 7 tahun sebesar 148%.

Melalui medsos pula, kita sekarang mengetahui perjuangan para murabithun (penjaga-penjaga Al-Aqsha). Mereka adalah orang-orang yang menjaga, memelihara, dan siap siaga berjuang mepertahankan Al-Aqsha.

Bahkan putra-putri terbaik Palestina terus mengukir nama di barisan para syuhada.

Bagian dari Keimanan

Setelah mengetahui perkembangan Al-Aqsha dan Palestina melalui medsos, maka semakin menadarkan kita betapa tempat itu sebagai bagian yang berharga dari umat Islam di seluruh dunia dan komponen terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan.

Karena itu, menjadi keinginan iman terdalam kita sebagai umat Islam, untuk shalat berjamaah bersama kaum Muslimin di Masjid Al-Aqsha, di negeri para Nabi, yang penuh dengan keberkahan.

Selain itu juga Masjid Al-Aqsha adalah tempat persinggahan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat Isra’ dan Mi’raj. Sebuah perjalanan Rasulullah bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke langit.

Itulah Masjid Al-Aqsha sebagai kiblat pertama kaum Muslimin sebelum akhirnya di pindahkan ke Ka’bah di Mekkah. Al-Aqsha juga menjadi salah satu tempat tersuci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits yang sangat menganjurkan kita umat Islam untuk berziarah ke Masjid Al-Aqsha. Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam hadits :

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Dengan dasar hadits ini, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat kunjungan yang mulia. Maka sangat dianjurkan untuk berziarah ke sana, shalat di dalamnya, dan mengetahui secara mendalam tentangnya.

Orang-orang Yahudi saja secara berkala berkunjung ke kompleks Al-Aqsha dengan klaim ritual talmud di Tembok Ratapan, yang terletak di samping Masjid Al-Aqsha. Karena itu keyakinan mereka.

Maka dari itu, kita perlu terus menganjurkan, menggerakkan, menyuarakan, dan bahkan mengedukasi kaum Muslimin untuk berkujung ke Al-Aqhsa. Agar bisa mendengar, menyaksikan dan melihat secara langsung perjuangan nyata di sana.

Tempat penuh dengan keberkahan, seperti Allah sebutkan di dalam ayatnya:

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ
Artinya: ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsa (di Yerusalem) yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]: 1).

Mengingat belum semua kaum Muslimin menunjukkan kepedulian terhadap nasib Al-Aqsha, maka adanya kegiatan dan gerakan untuk menyadarkan kaum Muslimin akan bahaya yang sedang mengancam Al-Aqsha. Bila kesadaran itu sudah mulai bersemi di hati kaum Muslimin, maka upaya pembebasan masjid suci itu akan semakin nyata.

Kalau kita hayati lebih jauh, pembebasan Al-Aqhsa itu bukan sekedar merebut kembali sebuah masjid yang dinistakan oleh musuh-musuh Allah, bukan pula sekedar permasalahan kemanusiaan, politik, maupun agama.

Lebih dari itu, upaya tersebut adalah sebuah perjuangan mengembalikan dunia di bawah kepemimpinan yang akan merestorasi kedamaian dan keadilan di muka bumi, yang dulu pernah terjadi di bawah kepemimpinan Islam.

Di sinilah pentingnya kita menyebarluaskan, mengajak, menyeru, dan menyuarakan melalui media social sebagai salah satu senjata untuk kita membatu Al-Aqsha di Palestina.

Melalui media sosial ini kita bekerja membangun kesadaran, mengedukasi, memberikan pengetahuan dan mengarahkan daya upaya untuk membebaskan Al-Aqsha dan untuk kemerdekaan Palestina dari belenggu penjajahan.

Dalam hal ini, kita bisa memanfaatkan semua jenis media sosial yang kita punya seperti, Instagram, Facebook, Twitter, WhatsApp, YouTube, Tik Tok, dan sebagainya.

Untuk itu marilah kita menjadi aktivis dalam barisan perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Sebagaimana diarahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam pernyataannya :

لاَ تَزَالُ طَاِئفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ.لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ اْلأَوَاءِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ.قَالُوْا : ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ: بَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ
Artinya: “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku kelompok yang selalu menolong kebenaran atas musuh mereka, orang-orang yang yang menyelisihi mereka tidak akan membuat mereka goyah kecuali orang yang tertimpa cobaan, sampai datang kepada mereka janji Allah Azza wa Jalla. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah di manakah mereka?” Beliau menjawab, “Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis.” (HR Ahmad).

Kitalah sebagai bagian dari para pejuang yang memuliakan, mempertahankan, menjaga dan mengawal Masjid Al-Aqsha di kawasan negeri yang penuh berkah. Dalam hal ini melalui pemaksimalan media sosial di abad teknologi informasi saat ini. Kita percaya dan meyakini, dengan menggunakan kekuatan media social dapat mendukung secara kuat pembebasan Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina.

Allahu Akbar ! Al-Aqsha Haqquna!! (A/Luq/RS2)

Penulis, adalah Juara II Kategori Mahasiswa/Pemuda Lomba Menulis Artikel tingkat Nasional tentang Palestina, Aqsa Working Group (AWG) 2022.

Mi’raj News Agency (MINA)