AWG, Mae-C Webinar Forum : Potret Anak-Anak Gaza Tumbuh dan Melawan Zionis

24


Cileungsi, Bogor – Menyikapi Agresi Zionis terhadap anak-anak Palestina, Aqsa Working Group (AWG) dan Maemuna Center (Mae-C) menggelar Special Webinar Forum bertema “Potret Anak-Anak Gaza Tumbuh dan Melawan Zionis”, secara daring melalui Zoom dan Youtube Al-Jama’ah TV, Selasa (9/8).

Ketua Mae-C Pusat, Onny Firyanti dalam sambutannya mengajak seluruh umat Islam untuk terus mendukung dan membantu Palestina yang sampai saat ini masih terdzolimi oleh Yahudi Israel.

“Sampai hari ini kita masih melihat kedzoliman Israel terhadap Palestina, serangan yang kemarin dilakukan Israel sangat brutal, menyebabkan warga sipil di Jalur Gaza banyak merasakan kehilangan, bukan hanya harta, tapi juga anggota tubuh, waktu, dan keluarga,” katanya.

“Anak-anak banyak kehilangan waktu bermain dan belajarnya, melihat kondisi itu kita tidak boleh diam, kita harus bersatu, dan bahu membahu untuk membela dan mendukung Palestina sampai terbebas dari kedzaliman Yahudi Israel,” lanjutnya.

Kabid Litbang dan Kaderisasi AWG, Rifa Berliana Arifin, M.HI., selaku moderator memberikan kesempatan kepada salah satu anak di Palestina yang sempat viral di Timur Tengah karena keberanian dan kepintarannya, Ramadhan Abu Jurz untuk bercerita tentang dirinya dan keadaan di Gaza pasca serangan.

“Meskipun kisah kehidupanku penuh dengan penderitaan akibat kedzaliman yang dilakukan Israel, tetapi itu tidak membuatku takut, justru membuatku makin semangat untuk terus belajar dan berani untuk melawan Israel,” ungkap Ramadhan.

Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dilahirkan pada agresi Israel 2014, saat itu jet temput entitas Zionis itu menyerang rumahnya, mengakibatkan pamannya syahid dan ayahnya terluka akibat serangan itu.

“Aku lahir bukan di tempat yang nyaman, namun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Zionis Israel, saat itu ibuku benar-benar membutuhkan pertolongan namun akibat kondisi yang sulit Alhamdulillah, aku tetap bisa terlahir dengan selamat,” tuturnya.

Usianya yang masih 7 tahun, ia telah membaca 300 buku kisah para sahabat dan pahlawan, buku tentang keimanan dan sejarah pun sudah banyak ia baca, hal itu yang membuatnya tumbuh menjadi sosok yang pintar dan pemberani.

“Saya sudah menyaksikan serangan yang dilakukan Israel sejak 2021, secara naluri saya takut Ketika melihat anak-anak seumuran saya menjadi korban, yang seharusnya kami dilindungi, saya sangat mengerti Israel, meraka akan terus menjajah kami dan memaksa kami untuk meninggalkan Palestina,” ujarnya.

“Israel tidak akan bisa merebut atau memaksa kami untuk meninggalkan Palestina, karena saya tidak akan membiarkan itu terjadi, semua ini adalah takdir yang membuat kami yakin untuk terus berjuang mempertahankan Palestina,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Internasional Pembelaan HAM Palestina, Dr. Salah Abdel Atha juga hadir sebagai narasumber, ia mengatakan bahwa serangan yang dilakukan Isarel sangat kejam dan melanggar hukum Internasional.

“Serangan yang dilakukan Israel benar-benar sudah melanggar hukum Internasional, mereka menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan itu dilarang oleh hukum internasional, tapi nyatanya para lembaga-lembaga pemegang kekuasaan seakan-akan tidak tahu apa yang terjadi di Palestina, meraka semua bisu, banyak yang mendukung Israel termasuk Inggris dan Amerika,” katanya menjawab pertanyan Rifa selaku moderator.

Ia juga mengatakan bahwa untuk mendukung dan membela kebebasan Palestina kita bisa jika hanya mengharapkan pembelaan dari lembaga-lembaga internasional, ia berharap seluruh umat manusia khuhusnya umat Islam di Indonesia untuk terus mendukung dan memberikan bantuan kepada Palestina.

Pakar Trauma Healing Paska Perang, Belal Muslim hadir di Webinar Forum, ia mengungkapkan bahwa mental yang dimilki oleh warga Palestina khuhusnya anak-anak sangat kuat.

“Akibat peperangan yang terjadi kemarin, penting sekali memberikan rangkulan kepada korban khuhusnya anak-anak demi menyelamatkan mentalnya, meskipun mereka semua termasuk orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah berupa mental yang kuat, ditengah-tengah situasi yang genting, semangat belajar mereka tidak pernah hilang,” tutup Belal. (L/Iwn/R1)

Kantor Berita MINA – Damai di Palestina, Damai di Dunia