“Deklarasi Tjoet Meutia” Hasil Konferensi Perempuan Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina

10


Jakarta – Konferensi Perempuan Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina (IWCLA) yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) pada Kamis (17/3) di Jakarta menghasilkan “Deklarasi Tjoet Meutia”.

“Deklarasi Tjoet Meutia” tersebut dibacakan di depan para peserta konferensi oleh Onny Firyanti Hamidy, yang belum lama ini dilantik sebagai Ketua Maemunah Center (Mae_C).

Dengan mengucapkan syukur dan memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Peserta konferensi mengumumkan draft “Deklarasi Tjoet Meutia” 1443 H/2022 M sebagai berikut:

  1. Menyerukan persatuan dan kesatuan pergerakan seluruh faksi di Palestina sebagai sumber kekuatan perlawanan terhadap aksi-aksi brutal Zionis Israel kepada perempuan dan anak-anak Palestina.
  2. Menginisiasi pembentukan aliansi organisasi non pemerintah dalam skala nasional, regional dan internasional untuk pembelaan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina.
  3. Menyerukan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Parlemen Dunia untuk menolak normalisasi hubungan dengan Zionis Israel.
  4. Mengimbau Generasi milenial untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan Palestina, serta mengoptimalkan potensi dan kemajuan teknologi informasi untuk menentang segala jenis propaganda Zionis Israel sebagai bentuk dukungan perjuangan pembebasan Al Aqsa dan Palestina.
  5. Mengajak seluruh perempuan untuk memberikan dukungan secara konsisten terhadap rakyat Palestina terutama pada kaum perempuan Palestina.
  6. Mengutuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap para tahanan perempuan dan anak-anak Palestina serta para Murabithah.
  7. Mengajak seluruh perempuan muslim untuk menanamkan pendidikan Al Qur’an dan Al Hadits serta sejarah Palestina kepada anak-anak sejak dini sebagai dasar kecintaan terhadap Masjid Al Aqsa dan Palestina.
  8. Menyeru advokat internasional untuk ikut serta membela tahanan perempuan dan anakanak Palestina dengan memperjuangkan hak-hak mereka yang dilanggar oleh zionis Israel selama di dalam penjara.

Menurut keterangan panitia, Deklarasi dinamakan ‘Deklarasi Tjoet Meutia” dengan mengambil nama Tjoet Meutia, wanita pahlawan nasional, yang menjadi Panglima Perang di masa Perang Aceh menghadapi penjajah Belanda. Kemudian lokasi tempat berlangsungnya konperensi internasional ini adalah di kawasan Tjut Meutia, Jakarta Pusat.

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)