Imaam Yakhsyallah : Keutamaan Menghadiri Majelis Ta’lim

15


Bogor – Imaam Yakhsyallah Mansur mengungkapkan sepuluh keutamaan menghadiri majelis ta’lim (ta’allum), pada Kajian Subuh di Masjid At-Taqwa Kompleks Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jabar, Ahad (6/2).

Pertama, tanda mentaati Ulil Amri, seperti disebutkan di dalam Surat An-Nisa ayat 59, tanda diantara orang beriman adalah mentaati ulil amri mereka, kata Imaam Yakhsyallah, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Kedua, merupakan realisasi dari bai’at atau janji orang beriman untuk menolong agama Allah.

“Jangan sampai kita merusak bai’at kita kepada Allah, hingga kita tidak aktif dalam mengikuti ta’lim-ta’lim yang sudah ditetapkan, lalu tidak gemar berinfak dan tidak rajin shalat berjmaah di masjid. Lama-lama muntaber alias mundur tanpa berita,” ujarnya.

Keutamaan ketiga, mempererat tali silaturrahim, dengan menghadiri majelis ilmu maka akan bertemu dengan banyak kaum muslimin, dengan demikian kita dapat saling kenal, dekat dan saling bersilaturahim.

Ini sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menekankan orang beriman yang suka dilapangkan rezkinya dan dipanjangkan jejak umurnya, hendaknya menyambung silaturrahim.

“Dipanjangkan jejak umurnya, yakni jikapun orang tersebut sudah meninggal, seperti para pendahulu kita orang-orang shalih, maka jejak kebaikannya terus diingat oleh generasi berikutnya, karena orang tersebut rajin silaturrahim semasa hidupnya.

Keempat, akan menambah ilmu. Dengan menghadiri majelis ta’lim, maka kita akan bertambah ilmu dari apa yang disampaikan ustadznya“. Ini sesuai doa yang Allah ajarkan kepada kita untuk meminta tambah ilmu, seperti pada Surat Thaha ayat 114,” lanjutnya.

Kelima, menghapus dosa. Sebab sesama mereka yang hadir dalam majelis ta’lim saling berjabat tangan, yang dengan itu menggugurkan dosa-dosa di antara mereka, ujarnya.

Saling bersalaman, yang awalnya adalah tradisi atau adat penduduk Yaman, karena dipandang baik, lalu dipakai menjadi amaliyah orang beriman.

Keenam, mendapatkan pahala dari membaca Al-Quran di majelis tersebut.

Maka, lanjutnya, setiap ta’lim harus ada pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu ada yang menjelaskan kandungan Al-Quran. Mereka yang menyampaikan dan yang mendengarkan akan mendapatkan naungan para Malaikat dan pahala dari Allah.

Ketujuh, dengan ta’lim akan memudahkan jalan menuju ke surga. Sebab, di dalam ta’lim diuraikan ilmu-ilmu yang akan menjadi bekal ke surga.

“Karenanya, setiap asatidz yang akan menyampaikan ta’lim, dia tentu akan belajar dulu, mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sehingga orang-orang yang mendengarkan kajiannya akan mendapatkan tambahan ilmu, menambah bekal ke surga, lanjutnya.

Kedelapan, mensyiarkan agama Islam. “Maka ta’lim itu tanda bahwa jamaah di suatu daerah itu hidup,” jelasnya.

Kesembilan, sebagai media dakwah, mengajak kebaikan kepada umat Islam lebih luas. “Maka, dalam ta’lim kita biasanya mengajak teman atau kenalan untuk ikut serta,” imbuhnya.

Kesepuluh, menjamu orang-orang beriman. “Kita dianjurkan untuk menjamu memberi makan kepada orang lain, selain menebarkan salam dan menjalin silaturrahim,” ujar Imaam Yakhsyallah.

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)