Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue Kukuhkan Korwil NTB

14


Lombok, MINA – Ketua umum lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Pusat Bustamin Utje mengukuhkan Kordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat (Korwil NTB) di Asrama Haji Lombok, Mataram, Ahad (9/10).

“Kiprah UAR sebenarnya sudah sejak 2004 yang lalu saat tsunami di Aceh, dan hari ini kita di Lombok mengukuhkan Kordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat,” kata Bustamin saat mengukuhkan pengurus UAR Korwil NTB.

Bustamin yang telah diamanahkan menjadi Ketua Umum UAR Pusat sejak berdirinya tahun 2011 tersebut menekankan kepada pengurus Korwil NTB pentingnya kemampuan atau ilmu sebagai seorang rescuer (penyelamat).

“Setelah ini, para pengurus harus berlatih untuk meningkatkan skill atau pengetahuan teknis sebagai seorang rescuer, bisa bekerjasama dan menimba ilmu dengan Basarnas dan BPBD,” katanya.

Pria berusia 73 tahun tersebut juga menegaskan, seorang relawan adalah panggilan hati nurani untuk membantu sesama dengan tidak memandang status seseorang.

Hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Sahdan, MT yang secara khusus diutus untuk mewakili Gubernur NTB. Sahdan menyatakan kehadiran UAR menambah kekuatan untuk menghadapi bencana yang terjadi.

“Bapak Gubernur sangat peduli dengan kebencanaan yang ada, dan selalu beliau memakai logo BPBD dan kehadiran UAR ini menambah kekuatan untuk kita bersama menghadapi setiap bencana yang terjadi,” ujar pria yang perah menjabat Kepala Dinas PU NTB.

Sahdan menambahkan, berdasaraskan kajian kebencanaan NTB memiliki 13 jenis bencana sehingga perlu diadakan mitigasi kebencanaan.

“Secara kajian, NTB memiliki 13 jenis kebencanaan, dan perlu diadakan mitigasi, kita tidak boleh lengah, harus siap siaga, ketua Korwil harus siap. Selain itu kita perlu banyak berdoa agar terhindar dari bencana,” ujarnya.

Sahdan juga mengucapkan selamat dan menjanjikan akan melibatkan UAR jika ada pelatihan-pelatihan terkait kebencanaan.

“Selamat kepada para pengurus, selamat bekerja dan berkolaborasi dan semoga daerah kita menjadi aman dari bencana, kemudian anggota UAR harus memiliki militansi dan terlatih, untuk itu nanti akan kita libatkan dalam pelatihan-pelatihan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kakansar kelas A Mataram dalam sambutanya yang dibacakan oleh Kepala Seksi Sumber Daya, Ida Bagus Surya Wiryawan menekankan kepada para peserta pengukuhan agar menjadikan budaya keselamatan dan pengetahuan tentang pencarian dan pertolongan menjadi bagian dari budaya hidup.

“Pencarian dan pertolongan menjadi bagian dai budaya hidup di lingkungan kita masing-masing sehingga menjadi bangsa yang kuat dan siap menghadapi apapun jenis kecelakaan yang mungkin terjadi,” kata pernyataan tersebut.

Secara khusus Kakansar juga mengharapkan kepada pengurus UAR Korwil NTB agar memiliki niat yang ikhlas dalam memberikan pelayanan di bidang pencarian dan pertolongan.

“Melalui acara pengukuhuan Ukhuwah Al-Fatah Rescue ini, besar harapan saya untuk kita dapat menyatukan niat tulus ikhlas dan dedikasikita kepada bangsa dan negara untuk memberikan pelayanan jasa di bidang pencarian dan pertolongan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina UAR Pusat, Sakuri, SH menyatakan dalam arahanya bahwa lembaga kemanusiaan itu bukan untuk mencari uang.

“Orang yang menjadi relawan itu harus tanpa pamrih, dan tidak mencari uang di lembaga kemanusiaan,” tegasnya.

“Selain itu para relawan juga harus memiliki fisik yang kuat, dan harus bersinergi dengan berbagai pihak, untuk itu perlu pendidikan kerelawana,” lanjutnya.

Hadir dalam acara tersebut, Basarnas NTB, Camat Gerung selaku pembina UAR NTB, Kepala BPBD Provinsi NTB, Polres Mataram, Korem NTB, PMI, Dinas Sosial, MER-C cabang Mataram.

Keberadaan UAR di NTB sejak terjadinya musibah gempa Lombok tahun 2018, puluhan relawan UAR datang untuk membantu para korban yang terkena musibah. Sejak saat itu, UAR terus memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga masyarakat Lombok meminta kepada pengurus UAR untuk membuka cabang di Lombok.

Dengan dibukanya Korwil NTB ini diharapkan para pengurus mendapatkan pelatihan teknis tentang kebencanaan, sehingga memiliki personel yang tanggap dan peduli terhadap sesama. (R/Iwn/R1)