Komunitas Muslim Ihima, Nigeria Mengangkat Syeikh Abdul Malik Menjadi Alfa Ozoku

Nigeria – Komunitas Muslim di Kota Ihima mengangkat Syeikh Abdul Malik sebagai Alfa Ozoku. Ia dilantik pada Sabtu (5/6) di kota Ihima, Negeria, Afrika.

Alfa Ozoku artinya dalam bahasa Indonesia adalah kiyai sepuh atau tuan guru dalam bahasa melayu. Alfa Ozoku adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada seorang ulama yang paling tua dan berjasa kepada masyarakat.

Sebagai seorang Alfa Ozoku, nasihat-nasihat Syaikh Abdul Malik menjadi rujukan untuk sejarah Islam dan masyarakat setempat. Demikian informasi yang diperoleh MINA dari ulama asal Nigeria yang menjadi dosen di USIM Malaysia, Ahmad Abdul Malik, Senin (7/6).

Syeikh Abdul Malik memeluk Islam saat masih muda. Ia kemudian belajar Islam pada madrasah di kota Okene.  Atas hidayah Allah semata, melalui perjuangan Abdul Malik, orang tua, saudara-saudara dan banyak masyarakat sekitarnya mengikuti jejak sAbdul Malik memeluk Islam.

Abdul Malik kemudian dipercaya menjadi Imam kedua di Masjid Oride.  Ia kemudian mendirikan madrasah di kota Ihima pada awal 1970 an. Abdul Malik muda banyak barjasa kepada agama dan bangsa. Pada usia 36 tahun, ia sudah mengajar  di Islamic Religion Knowledge (IRK) pada tahun 1977-2013. IRK adalah sebuah mata pelajaran agama di sekolah umum Nigeria.

Saat ini, pemerintah Nigeria menghapus pelajaran IRK dari kurikulum nasional. Menurut Abdul Malik, penghapusan itu merupakan sebuah bencana besar bagi masyarakat Nigeria karena generasi muda akan jauh dari agama sehingga menjadi bodoh serta memicu terjadinya kejahatan.

Syeikh Abdul Malik dikenal sebagai ulama Nigeria yang cinta kepada persatuan. Salah satu impiannya agar umat Islam dimanapun berada hidup berjamaah, bersatu dalam sebuah wadah persatuan Islam, terpimpin di bawah seorang Imaam sebagaimana pada zaman Rasulullah dan generasi sahabat.

Ihima merupakan kota yang terletak di tengah-tengah Nigeria, sekitar 300 km barat daya Ibukota Abuja. Masyarakatnya hidup sederhana.  Ihima bukan kawasan peridustrian atau perdagangan. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani.

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)

Tag:

Komentar ditutup.