Mahfud Nuzuli: Libatkan Allah di Dalam Kehidupan Berjama’ah

73


Rimbo Bujang, Tebo, Jambi – Waliyyul Imaam wilayah Jambi, Mahfud Nuzuli mengatakan, kunci sukses orang beriman adalah senantiasa melibatkan Allah dalam setiap unsur kehidupan berjama’ah.

Hal itu disampaikannya di hadapan ratusan Jama’ah Taklim Niyabah Rimbo Bujang, di Masjid Taqwa Kompleks Shuffah Hizbullah Madrasah Al-Fatah Rimbo Bujang, Provinsi Jambi, Ahad (11/9).

“Di setiap aspek kehidupan tidak akan menjadi apa yang kita inginkan, jika tidak melibatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Ia mengutip terjemah QS. Al-Maidah ayat 54, yang bermakna bagaimana tetap bersikap lemah lembut dan tidak mencela siapa dan apa pun yang terjadi.

Menurutnya, Akidah Tauhid kepada Allah harus terus ditumbuhkan, karena seperti yang ia katakan, hal tersebut termasuk dalam modal utama hidup berjamaah yang ikhlas dalam keberlangsungan beribadah.

“Jangan sampai Allah berputus dengan kita, tunaikanlah apa yang telah menjadi syariat Nya,” jelasnya.

“Bersyukur dan senantiasa ikhlas adalah sikap untuk rasa terima kasih atas berkah yang telah Allah berikan, Lalu sempurnakanlah dengan berbagi rezeki kepada mereka yang berhak,” tambahnya.

Mahfud mengatakan, rezeki yang datang berupa harta, anak, dan kesempatan umur semua bersumber dari Allah dengan segala izin-Nya

“Kita ini apa sih? Kita ini numpang hidup dengan segala nikmat dan karunia Allah yang tidak perlu kita beli,” ucapnya.

Menurutnya, akidah Keikhlasan juga merupakan bukti iman seseorang di zaman ini, di mana nilai-nilai ketaatan dan tauhid kepada Allah mulai bergejolak seiring dengan berkembangnya zaman.

“Sudahkah kita lebih dulu berprasangka baik dan ikhlas atas apa yang terjadi bukan dengan berputus terhadap Rahmat-Nya?”

Ia menyatakan, akan semakin tinggi derajat seorang hamba di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila nilai tauhid telah melekat dalam dirinya melalui segala rintangan hidup yang tidak tanggung-tanggung, terlebih mungkin ujian tersebut datang dari Allah.

“Belum sempat bangkit makin ditambah lagi ujiannya, tidak apa-apa, tahan dan nikmatilah, karena Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang tidak di duga-duga,” tegasnya.

Ia berharap, jangan sampai tonggak dalam hidup berjama’ah runtuh hanya karena kata “susah”  berbaris paling depan mengalahkan kesabaran.

“Semoga Allah selalu memberikan pertolongan bagi siapa yang menegakkan Agama Allah,” tuturnya. (L/ara/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).