Para Mahasiswi di Shimoga India Tolak Lepas Jilbab

18

New Delhi – Para mahasiswi dan pelajar menengah di Distrik Shimoga, Negara Bagian Karnataka, India, menolak melepas jilbab ketika dipaksa melepas jilbab mereka di lembaga pendidikan di seluruh negara bagian.

Beberapa dari mereka terpaksa pulang kampung karena tetap teguh mengenakan hijab ke kampus atau sekolah. The Siasat Daily melaporkan, Selasa (15/2).

Sebuah video yang dibagikan di Twitter menunjukkan sekelompok mahasiswi ditolak oleh otoritas perguruan tinggi, karena mereka tidak mau mengalah pada perintah Pengadilan Tinggi Karnataka.

Seorang pengguna Twitter, Mohammed Habeeb Ur Rehman menyebut insiden itu sebagai penindasan yang dilegalkan terhadap Muslim.

“Mahasiswi Muslim menolak untuk melepas jilbab dan lebih memilih meninggalkan kampus. Perintah sementara pengadilan Karnataka bertentangan dengan kebebasan beragama. Ini adalah penindasan yang dilegalkan terhadap Muslim. Wanita Muslim diminta untuk memilih antara iman dan pendidikan mereka,” twitnya.

Protes pelarangan jilbab meletus setelah mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Udupi, Karnataka dilarang mengenakan jilbab, sebagai bagian dari kewajiban agama mereka, di lingkungan kampus.

Negara terpaksa membentuk komite untuk memutuskan masalah ini dan melarang para siswa mengenakan pakaian agama apa pun, termasuk jilbab sampai keputusan tercapai.

Saat ini, pengadilan tinggi Karnataka sedang mengadili petisi yang diajukan mahasiswi berhijab dari sebuah perguruan tinggi di Udupi. Namun sejauh ini, belum memberikan keringanan sementara kepada para mahasiswi tersebut.

Institusi pendidikan yang ditutup oleh negara diarahkan untuk dibuka kembali untuk memastikan bahwa diktat negara, yang melarang penggunaan pakaian agama apa pun ke institusi, dipatuhi secara ketat.

Kini protes untuk mendukung para masasiswi dan pelajar berjilbab itu meletus di seluruh negeri, dan di luar negeri India.

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)