Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Gelar Aksi Damai Mendukung Perempuan Muslim India

39



Jakarta – Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menggelar AKSI DAMAI ke Kedutaan Besar India di Jakarta untuk Mendukung para pelajar perempuan dan mahasiswi Muslim India yang Mengalami Pelanggaran Hak karena dilarang menggunakan hijab, pada Selasa (22/02/2022)

“Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan dan pembelaan kami kepada para pelajar dan mahasiwa Muslim di India, terkait pelarangan hijab dan persekusi yang dilakukan terhadap mereka,” ujar Ketua Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Muhammad Ridwan Thalib.

Ridwan ketua penitia mengungkapkan, dalam aksi dibacakan statement, orasi serta puisi yang diikuti ratusan peserta dari Pemuda pemudi Jama’ah muslimin dari Jabodetabek. Ia juga mengimbau peserta aksi mengikuti aksi dengan tertib dan tetap MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN dengan memakai masker serta menjaga jarak.

Sebelumnya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) MELAYANGKAN KECAMAN ke Kedubes India atas pelarangan hijab bagi pelajar dan mahasiswi muslim di sekolah-sekolah dan kampus-kampus di India karena MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA dan juga bertentangan dengan ajaran Mahatma Ghandi, Pendiri Negara India

“Kepada semua kelompok sipil yang pro pada kebijakan pelarangan hijab di India disampaikan bahwa sikap itu tidak hanya bertentangan dengan prinsip beragama, hak asasi manusia, bahkan juga ajaran Mahatma Gandhi tentang tidak menyakiti siapapun (ahimsa) dan cinta tanah air berdasarkan kemanusiaan (swadesi),” kata ketua pelaksana.

Ridwan juga menyerukan Pemerintah dan Partai Penguasa di India untuk dapat hidup berdampingan, merangkul umat Islam yang berjumlah hampir 200 juta sebagai warga sebangsa dan setanah air. Karena muslim di India adalah bagian yang tidak mungkin dihapuskan dari sejarah India.

Ia juga mengungkapkan jilbab di perguruan tinggi di Negara Bagian Karnataka, India selatan, telah memicu pertikaian besar di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan terhadap simbol dan praktik Muslim adalah bagian dari agenda sayap kanan Hindu untuk memaksakan nilai-nilai mayoritas pada minoritas.

Pada hari Selasa, 15 Februari 2022, pelajar dan mahasiswi Muslim yang mengenakan hijab dilarang memasuki sekolah dan perguruan tinggi di seluruh negara bagian India. Sekitar 200 juta komunitas Muslim di negara itu khawatir larangan hijab melanggar kebebasan beragama mereka yang dijamin di bawah konstitusi India. Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional mengatakan, larangan penggunaan hijab ini akan menstigmatisasi dan meminggirkan perempuan dan anak perempuan

Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menjalankan pemerintahan di Karnataka dan juga di pusat, telah mendukung larangan diskriminatif tersebut. BJP telah berkampanye selama beberapa dekade untuk penerapan Uniform Civil Code (UCC), yang diyakini oleh minoritas akan sama dengan penerapan hukum Hindu.

Tentang Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
Jama’ah Muslimin (Hizbullah) merupakan wadah kesatuan umat Islam yang bersifat rahmatan lil ‘alamin, dimaklumatkan secara terbuka pada Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1372 bertepatan dengan 20 Agustus 1953 di Jakarta. Dan dalam melaksanakan perjuangannya, sebagaimana tertuang dalam dokumen MA’LUMAT No 1/’72 disebutkan, perjuangan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpedoman pada Al-Quran dan As-Sunnah, serta berjuang karena Allah, dengan Allah, untuk Allah, bersama segenap kaum Muslimin menuju mardhatillah.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) saat ini dipimpin oleh Imaam Yakhsyallah Mansur, berpusat kegiatan di Pondok Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia.(BTL)