Peringati Nakbah, AWG Gelar Pengibaran Bendera Palestina-Indonesia

63

Banten – Peringati 74 tahun Hari Nakbah, Aqsa Working Group (AWG) menggelar aksi pengibaran bendera Indonesia dan Palestina serentak diseluruh wilayah pada Sabtu-Ahad (14-15/5).

“Alhamdulillah, kali ini pengibaran bendera di Masjid Agung Banten. Ini adalah masjid kesultanan banten, dimana ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Banten. Sehingga ini menjadi representasi masyarakat muslimin sebanten,” kata Basuki Santoso selaku kepala biro Banten kepada MINA, Sabtu (14/5).

Menurutnya, masjid tersebut menjadi situs yang sudah dikenal secara internasional sejak tahun 1600an. Kita menyambungkan ruh yang sama, antara masjid kesultanan Islam Banten dengan masjidil Aqsa.

“Kami berharap kedepannya, dengan kegiatan ini kita bisa menyuarakan pembebasan al Aqsa dan Palestina dapat didengar oleh khalayak ramai, khususnya di Banten. Setelah itu supaya mereka juga sama-sama mendukung upaya pembebasan masjidil Aqsa dan Palestina,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Ketua DKM Masjid Agung Banten, Tubagus Uci mengatakan, sangat terharu dengan perjuangan dari Aqsa Working Group ini.

“Semoga aksi ini dapat memotivasi negara-negara lain supaya turut mendukung pembebasan Palestina. Dan harapan kami untuk umat muslim sedunia, agar senantiasa mendukung perjuangan, supaya Palestina bebas merdeka dan berdaulat,” katanya.

Peserta yang hadir dari niyabah Banten, terdiri dari 6 riyasah. Diantaranya Serang, Legok, Kota Tangerang, Balaraja, dan Pasar Kemis.

Pengibaran bendera Indonesia-Palestina ini dilakukan secara serentak diseluruh wilayah. Diantaranya Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Jakarta, Banten, Semarang, Wonogiri, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

“Hal ini dilakukan agar kesadaran dari umat Islam dan rakyat Indonesia pada umumnya, bahwa pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid al Aqsa itu tanggung jawab kita semua, bukan hanya tanggung jawab rakyat Palestina saja,” ucap Anshorullah, Ketua Presidium AWG.

Ia berharap, semoga Palestina segera memperoleh kemerdekaannya, dan Israel segera berakhir penjajahannya di palestina.

“Tentunya masyarakat dunia juga segera sadar bahwa membela Israel itu tidak sesuai prikemanusiaan dan prikeadilan, orang-orang atau negeri-negeri yang masih membela Israel sudah waktunya untuk berhenti. Berhenti berdiri di belakang Israel, serta bebaskan masjid Al Aqsa dan Palestina,” katanya.