Yasmin Anbar, Mahasiswa Palestina Kunjungi Ma’had Al Fatah Lampung

13

Lampung – Mahasiswa Palestina, Yasmin Anbar bersama Aqsa Working Group (AWG) melakukan kunjungan silaturahim dalam rangka ta’aruf (berkenalan) ke Pondok Pesantren Suffah Hizbullah Madrasah Al Fatah Muhajirun, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (1/9) sore.

Dalam kegiatan silaturahim yang berlangsung di Masjid An-Nubuwah, Waliyul Imaam, Abdullah Mutholib memberikan sambutan baik. “Kami sangat senang jika ada tamu yang berkunjung ke sini, apalagi itu dari Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, Mudirussuffah (pimpinan Suffah) Al Fatah Lampung, Muflihuddin dalam sambutannya memberikan penjelasan singkat kepada Yasmin tentang pesantren tersebut. Suffah Hizbullah Muhajirun, dulunya hanyalah hutan belantara, namun saat ini, telah berdiri pesantren, masjid yang besar, hingga perguruan tinggi yang memiliki banyak siswa dan melahirkan banyak alumni.

“Di sini juga banyak orang dari berbagai daerah dan luar negeri termasuk dari Palestina,” sambungnya.

Sebagai bagian dari AWG, Ketua Maemuna Center (Mae-C) Pusat, Onny Firyanti Hamidi mengharapkan agar Yasmin bersedia ambil peran dalam membagikan informasi tentang Palestina secara luas, tidak sebatas soal peperangan saja.

“Kami berharap Ukthi Yasmin membantu berperan membagikan informasi tentang perempuan dan anak-anak di Palestina. Bukan hanya dalam peperangan, tetapi juga tentang budaya, adat istiadat, pendidikan, hingga geografis,” ucap Onny.

Menurutnya, ini penting disosialisasikan karena banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia belum terlalu mengenal Palestina.

“Karena selama ini yang didapat hanya info perang. Penting juga tentang keluarga hubungan ibu dan anak di Palestina, mungkin akan menjadi sisi positif yang bisa kita contoh. Kami ingin mendengar Palestina bukan hanya sebatas peperangan tapi lebih banyak lagi,” jelasnya.

“Tentang survive-nya perempuan dan anak-anak yang ditinggal syahid oleh ayah atau suaminya karena nggak mungkin hanya mengandalkan NGO,” tambah Onny.

Persentase ibu-ibu, anak-anak, pemuda atau orang tua di Palestina, menurut Mae-C juga perlu dibagikan. Hal itu tentunya akan mempermudah dalam menyalurkan bantuan sehingga apa yang diberikan tepat sesuai kebutuhan.

Pada kesempatan yang sama, Yasmin mengatakan, selama di Gaza, ia telah menuliskan banyak hal tentang Palestina sebagai bentuk perjuangan membela tanah airnya. Ia pun sudah menyiapkan kerangka tema yang banyak untuk menuliskan literatur tentang Palestina guna mendukung gerakan AWG maupun Mae-C.

Pada kesempatan ini, Yasmin juga akan bersilaturahim dengan ribuan santri Al Fatah dan beberapa pondok pesantren di Lampung Selatan.

Sumber: Aqsa working group