Pernyataan Sikap Jama’ah Muslimin Terkait Genjatan Senjata Palestina-Israel

Bogor – Wadah kesatuan umat Islam, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) melalui keterangan tertulis pada Rabu (26/5) menyampaikan pernyataan sikap terkait genjatan senjata Palestina-Israel, setelah bombardir di Jalur Gaza yang terjadi selama 11 hari.

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengatakan, pada hakikatnya gencatan senjata tersebut adalah sebuah kemenangan dari Allah bagi bangsa Palestina khususnya maupun umat Islam sedunia yang harus disyukuri. Bila serangan terus berlanjut maka akan jatuh korban jiwa yang lebih banyak dan kerusakan yang lebih besar.

Ia juga mengatakan, umat Islam di seluruh dunia terbukti tidak diam dan selalu membela bangsa Palestina selama mereka membela Masjid Al Aqsa. Muslimin di mana pun tidak rela melihat Zionis Israel menggangu Al Aqsa dan menzalimi muslimin Palestina yang beribadah di sana.

“Kemenangan tersebut membuktikan dahsyatnya dampak kesatuan. Semua faksi di Palestina hendaknya terus bekerja keras untuk bersatu dan seluruh muslimin sedunia pun agar bersatu padu. Umat Islam agar tidak terjebak dalam perpecahan dan meninggalkan segala bentuk hizbiyah yang selama ini membuat mereka terkotak-kotak dan menjadi lemah,” tegasnya.

Ia juga mendoakan agar para syuhada yang gugur diterima semua amalnya oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan mendapat ganti yang lebih baik dari musibah tersebut.

Lebih lanjut Imaam Yakhsyallah mengatakan, gencatan senjata bukanlah akhir dari perjuangan karena akhir perjuangan adalah terbebasnya Masjid Al Aqsa dan dicapainya kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi.

“Muslimin Palestina dan di seluruh dunia hendaknya tetap waspada terhadap serangan berikutnya karena Yahudi terkenal sebagai kaum yang biasa berkhianat,” ungkapnya.

“Kaum muslimin hendaknya yakin terhadap janji Allah yang akan memberikan kemenangan buat orang-orang yang beriman yang istiqomah dalam perjuangan. Zionis Yahudi cepat atau lambat pasti akan terusir dari Al Aqsa dan Palestina. Tidak ada pilihan lagi bagi Zionis Yahudi kecuali segera menyerahkan Masjidil Aqsa kepada umat Islam dan mengembalikan tanah Palestina kepada Bangsa Palestina,” pungkasnya.

Israel mengakhiri serangan udara dengan gencatan senjata pada Kamis 21 Mei 2021 pukul 2 dini hari waktu setempat. Serangan yang masif tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa warga Palestina 243 orang termasuk di dalamnya 66 anak-anak dan 39 wanita serta yang terluka 1910 orang. (MINA)

Tag:

Komentar ditutup.