Peluncuran Buku “Konspirasi Memadamkan Cahaya Allah”

Bekasi –Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengatakan, konspirasi yang kini hadir untuk menghancurkan Islam adalah fakta dan bukan fiktif, sebagaimana para intelektual, sejarawan, dan ilmuan seluruh penjuru dunia telah membicarakannya dalam tulisan-tulisan mereka.

“Berbagai upaya musuh-musuh Islam untuk melancarkan konspirasi untuk memadamkan cahaya Islam sebagai sebuah kebenaran yang mutlak bukan kebohongan atau fiktif” tegas Imam dalam peluncuran bukunya yang ke 16 dengan judul “Konspirasi Memadamkan Cahaya Allah” di Masjid Baitul Muttaqin Bekasi, Sabtu, 17/4.

Usaha kaum kuffar menghancurkan Islam jelas Imam, sebagaimana Allah gambarkan seperti seorang yang ingin memadamkan cahaya matahari dengan tiupan mereka, dan itu tidak akan pernah berhasil.

Imaam Yakhsyallah juga menyampaikan bagi orang beriman, hal itu tidak perlu dirisaukan karena Allah Subhanahu WA Ta’ala sudah menjamin, meski mereka berusaha memadamkan cahaya-Nya, Allah tetap akan menyempurnakan cahaya-Nya.

“Hanya saja, penyempurnaan cahaya Islam dan kemenangan umat tidak hanya ditunggu, tetapi harus diusahakan,” imbuhnya.

Usaha yang paling fundamental, lanjut Imaam Yakhsyallah, adalah konsekwensi dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah serta menjaga kesatuan umat dengan hidup berjamaah.

Dosen Universiti Sains Islam Malaysia Dr Ahmed Abdul Malik yang memberikan kata sambutan pada buku ini mengatakan, penelitian dan studi komprehensif mengenai konspirasi musuh-musuh Islam telah dipelajari secara mendalam oleh Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur dan meringkasnya sehingga memudahkan bagi pembaca memahami masa lalu, sekarang dan masa depan.

“Isi buku ini sangat menarik, tepat dan menyeluruh. Imaam Yakshallah satu dari sedikit banyak penulis yang mampu menguraikan isi buku yang dapat dipahami dari mukadimahnya,” ujar Ahmed.

Waliyul Imaam Jabodetabek Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Sakuri, SH, menyambut baik dan mengapresiasi hadirnya buku ini.

Buku berjudul “Konspirasi Memadamkan Cahaya Allah” itu menurutnya sangat tepat guna memperkaya khazanah pengetahuan tentang literasi sejarah Islam dan refleksi Ummat di masa depan.

“Dengan membaca buku ini diharapkan ummat Islam dapat memperkuat persatuan serta kesatuan sesuai tuntunan syariat Islam dalam menghadapi berbagai konspirasi yang diupayakan musuh-musuh Allah,” kata Sakuri.

Pemimpin Redaksi MINA Ismet Rauf dalam sambutannya mengatakan, buku Imaam Yakhsyallah kali ini ingin mengetengahkan bukti-bukti konspirasi musuh-musuh Allah dan bukti kegagalan mereka dalam menjalankan misinya, sejak diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alahi Wasallam hingga saat ini mulai dari konspirasi di Barat hingga di Nusantara.

“Imaam Yakhsyallah dalam buku ini dapat merangkai sejarah konspirasi menghancurkan Islam pada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, dengan ringkas dan faktual,” kata Ismet.

Dia berharap semoga buku ini dapat menambah khazanah ilmu dan wawasan para pembaca.

Peluncuran buku yang dihadiri dari kalangan tokoh, akademisi, wartawan dan jamaah tersebut merupakan buku ketiga yang ditulis Imaamul Muslimin dan diterbitkan oleh MINA Publishing House.

Sementara Imaam Yakhsyallah Mansur sudah menulis lebih dari 15 buku bertema fikih, aqidah, dan khazanah keislaman.

Buku berjudul “Konspirasi Memadamkan Cahaya Allah” diluncurkan secara daring dan terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan di Masjid Baitul Muttaqien Bekasi dan secara daring live streaming via Zoom dan Channel Youtube MINANEWS TV, Sabtu (17/4).

Bedah buku yang dipandu wartawan senior Kantor Berita MINA Widi Kusnadi menghadirkan DR. Ahmed Abdul Malik (Dosen Universiti Sains Islam Malaysia).

sumber :Mi’raj News Agency (MINA)

Tag:

Komentar ditutup.