Khutbah Jumat : Menyambut Ramadhan Bulan Penuh Keberkahan

24

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْـمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ, وكُتِبَ عَلَيْنَا الصِّيَام اَلَّذِى هُوَ رُكْنٌ مِنْ أَرْكَانِ اْلاِسْلاَمِ

أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمِ الزِّحَامِ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى دَارِ السَّلاَم.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ.

 أمَّا بعْدُ, اعوذ بالله من الشيطان الرجيم يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون.

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Jama’ah Jumah yang Dimuliakan Allah

Alhamdulillah, bahwa segala puji hanyalah milik Allah Yang Maha Mulia, Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Kepada Allah segenap makhluk bergantung dan hanya kepada-Nya segala sesuatu akan kembali. Dialah Al-Khaliq, Dzat yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta dan segala isinya ini dengan seluruh aturan-Nya yang utuh lagi sempurna.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan dan teladan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, segenap keluarganya, para shahabatnya, serta para pengikutnya yang tetap istiqamah di jalan-Nya, hingga akhir masa.

Selanjutnya, marilah kita memelihara kualitas takwa kita kepada Allah dalam suka maupun duka, miskin atau kaya, sendiri atau bersama-sama, sejak muda hingga tua, tetap bertakwa.

Menjaga takwa tidak harus menunggu tua, justru anak muda yang gemar beribadah itulah yang mendapat jaminan perlindungan Allah, tatkala tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Mereka adalah pemuda yang mampu menjaga hawa nafsunya untuk tetap dalam iman dan Islam.

Dengan takwa inilah, penduduk negeri akan mendapatkan barokah dari langit dan dari bumi. Sebagaimana firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf/7: 96).

Penerus kepemimpinan Islam, Umar bin Abdil Aziz pun selalu memberikan wasiat takwa ini kepada staf dan makmumnya. Pesannya, “Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah di tempat mana saja Engkau berada. Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah persiapan yang paling baik, program yang paling sempurna, dan kekuatan yang paling dahsyat. Janganlah kalian katakan bahwa musuh-musuh kita lebih jelek keadaannya daripada kita dan mereka takkan pernah menang atas kita. Berapa banyak kaum yang dihinakan dengan sesuatu yang lebih jelek dari musuh-musuhnya, karena perbuatan dosa-dosanya. Mintalah kalian pertolongan kepada Allah atas diri-diri kalian, sebagaimana kalian minta pertolongan pada-Nya atas musuh-musuh kalian.”

Hadirin Yang Berbahagia

Insya-Allah beberapa hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Merupakan kesempatan terbaik untuk kita dapat meraih derajat takwa dengan puasa Ramadahan dan berbagai amal ibadah di dalamnya. Ini sebagaimana yang Allah janjikan :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa”. (QS Al-Baqarah/2: 183).

Bulan Ramadhan merupakan induknya seluruh bulan. Bulan Ramadhan juga bulan yang penuh dengan berbagai keberkahan di dalamnya.

Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِالبَرَكَاتِ فَاكْرِمْ بِهِ مِنْ رَائِرٍ هُوَ اَتٍ

Artinya : “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan puasa membawa segala rupa keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang datang itu.” (HR Ath-Thabrani).

Pada hadits lain dikatakan :

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللّهُ عَلَيْكُمْ صِيَا مُهُ فِيْهِ تُفْتَحُ اَبْوَابَ الجِنَانِ وَتُغْلَقُ اَبْوَابُ الجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ  فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُ هَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya : “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah telah mewajibkan atas kalian puasa padanya. Di dalamnya dibuka lebar-lebar pintu-pintu surga, dan dikunci rapat-rapat pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan-syaitan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa tidak diberikan kepadanya kebajikan pada malam itu, berarti diharamkan baginya segala rupa kebajikan.” (HR  Ahmad).

Hadirin yang berbahagia

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan berharga yang kita tunggu-tunggu dalam setahun sekali. Karena itu, marilah kita menyambut tamu agung bulan Ramadhan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Tentang hal ini, Ibnu Rajab mengatakan, “Bagaimana mungkin orang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah  tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Bagaimana mungkin pula orang yang berakal tidak gembira ketika para syaitan dibelenggu?”

Para ulama terdahulu jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar mereka dapat berjumpa dengan bulan Ranadhan yang mulia tersebut.

Ini karena mencapai bulan Ramadhan merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah.

Bahkan, seperti dikatakan Mu’alla bin al-Fadhl, “Para ulama terdahulu berdoa kepada Allah  selama enam bulan sebelum bulan Ramadhan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya setelah bulan Ramadhan agar Allah berkenan menerima amal-amal shaleh yang mereka kerjakan selama bulan Ramadhan.” Masya Allah.

Maka marilah kita selayaknya mengambil teladan dari para ulama terdahulu dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan bersungguh-sungguh berdoa dan mempersiapkan diri untuk mendulang pahala kebaikan, pengampunan serta keridhaan dari Allah.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan ini. “Allahumma ballighna ilaa Ramadhan“. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)